Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami adalah mentimun (Cucumis sativus L.). Kandungan air yang tinggi serta keberadaan vitamin C dan flavonoid di dalam mentimun berperan dalam aktivitas antioksidan dengan mekanisme menghambat, menangkap, maupun memutus reaksi radikal bebas yang bersifat sangat reaktif dan dapat memicu terbentuknya radikal bebas baru. Berdasarkan hasil uji fitokimia, ekstrak mentimun diketahui mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid dan saponin. Pemanfaatan bahan tersebut sebagai sediaan kosmetik berbentuk masker gel peel off dinilai sangat tepat. Jenis masker ini memiliki keunggulan dari segi kepraktisan karena setelah mengering dapat dilepaskan langsung dari permukaan kulit tanpa harus dibilas terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak etanol mentimun (Cucumis sativus L.) yang diformulasikan dalam masker gel peel off terhadap aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil atau 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Sediaan masker gel peel off diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0,5% pada formula I, 1% pada formula II, dan 1,5% pada formula III. Nilai IC₅₀ yang diperoleh dari pengujian masker gel peel off pada F1 dengan konsentrasi ekstrak 0,5% menunjukkan hasil bernilai negatif sehingga IC₅₀ tidak dapat ditentukan, sedangkan ekstrak 1% (F2) memiliki nilai IC₅₀ sebesar 230,7 ppm dan ekstrak 1,5% (F3) sebesar 79,29 ppm, yang menunjukan peningkatan aktivitas antioksidan seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak dalam sediaan masker.