Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Pembuatan Makanan Tambahan Cookies Daun Katuk Ibu Hamil Anemia Upaya Pencegahan Stunting Pertiwi, Mumpuni Intan; Tahir, Erni Susanty; Utami, Anisa Putri; Kaeksi, Ika Restu
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/zhcve243

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berkaitan erat dengan kondisi gizi ibu hamil, khususnya anemia. Anemia pada ibu hamil berdampak pada pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko stunting. Pemanfaatan pangan lokal bergizi, seperti daun katuk (Sauropus androgynus), menjadi salah satu alternatif intervensi gizi yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu dalam pembuatan makanan tambahan berupa cookies daun katuk bagi ibu hamil anemia sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, penyuluhan tentang anemia dan stunting, pelatihan pembuatan cookies daun katuk, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test pengetahuan kader. Penelitian: Pelaksanaan dilakukan di Posyandu Panca Marga 8, Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, dengan melibatkan kader posyandu sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai anemia, gizi ibu hamil, dan manfaat daun katuk. Kader juga mengalami peningkatan keterampilan dalam memproduksi cookies daun katuk yang memiliki potensi sebagai makanan tambahan bagi ibu hamil anemia. Pemberdayaan kader melalui pelatihan pembuatan cookies daun katuk efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu serta berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting berbasis pangan lokal.
Empowering community cadres through digital developmental screening using the e-KPSP application at Posyandu Panca Marga 8 Rodliya, Adzka Fahma; Tahir, Erni Susanty; Utami, Anisa Putri; Kaeksi, Ika Restu; Mandariska, Resa Paksi
Journal of Community Empowerment for Health Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.112073

Abstract

Introduction: Early detection of developmental problems in early childhood is essential. However, community health services often prioritize growth monitoring over developmental surveillance. Community health cadres, who are central to Posyandu activities, require strengthened capacity and confidence to implement systematic screening. This study aimed to improve community empowerment through the implementation of digital developmental screening using the e-KPSP application at Posyandu Panca Marga 8, Kartasura District, Indonesia, with a particular focus on analyzing cadre acceptability.Methods: The intervention was conducted over six months from February to August 2025, involving 15 trained cadres and 55 children aged 3–59 months. Program stages included socialization with mothers and cadres, cadre training, digital screening implementation, and structured monitoring and reporting. Acceptability was measured using a validated questionnaire before and after the intervention.Results: Results revealed statistically significant improvements across all acceptability dimensions. Perceived Benefits increased from a mean of 38.07 to 53.00 (p < 0.001), Satisfaction from 13.47 to 18.00 (p < 0.001), Care Personnel Concern decreased from 10.53 to 4.93 (p = 0.005), Privacy and Discomfort decreased from 7.73 to 6.07 (p < 0.001), and Kit as Substitution decreased from 9.60 to 4.80 (p = 0.006). The overall acceptability score showed a significant improvement (Wilcoxon Signed-Rank Test, p = 0.005).Conclusion: These findings demonstrate that digital developmental screening using the e-KPSP application is well-accepted by cadres and effectively supports the integration of developmental surveillance into routine community health services.