Latar belakang: Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan masalah ginekologi yang umum dialami oleh wanita dari berbagai usia. WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore. Prevalensi dismenore mencapai 59,7%, dengan 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. Di Provinsi Lampung dismenore cukup tinggi, hasil penelitian sebanyak 54,9% wanita mengalami dismenore (Indrayani et al., 2022). Dari hasil presurvey dipuskesmas gedung sari dar 7 responden yang mengalami nyeri dismenore nyeri berat sebanyak 1 (15%), nyeri sedang 4 (60%), nyeri ringan 2 (25%). Dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja, Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial menjadi penting untuk dijadikan sebagai pintu masuk promosi kesehatan (Mariza et al., 2020)..Tujuan penelitian: untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Air Jahe Merah Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Sari Tahun 2024..Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Juli 2024 terhadap remaja putri dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel karakteristik.Hasil penelitian: rata-rata nyeri dismenore sebelum intervensi adalah 4,67 dan menurun menjadi 3,20 setelah pemberian air jahe merah. Analisis statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian air jahe merah terhadap penurunan nyeri dismenore (p-value = 0,000) pada remaja putri dengan nyeri dismenore usia ≤12 sebanyak 7 orang (23,3%) dan ≥13 sebanyak 23 orang. orang (76,7%).Kesimpulan: Dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian air jahe merah terhadap nyeri desminorea pada 26 remaja putri di wilayah Puskesmas Gedung Sari. Sehingga disarankan bagi remaja putri yang mengalami nyeri desminore untuk mempertimbangkan penggunaan jahe sebagai alternatif alami untuk mengurangi nyeri. Kata Kunci: Dismenore, air jahe merah, remaja ABSTRACT Background: Dysmenorrhea or menstrual pain is a common gynecological problem experienced by women of all ages. WHO found that the incidence of 1,769,425 people (90%) of women experienced dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea reached 59.7%, with 12% severe, 37% moderate, and 49% mild. In Lampung Province, dysmenorrhea is quite high, research results show that 54.9% of women experience dysmenorrhea (Indrayani et al., 2022). From the results of the presurvey at the Gedung Sari Health Center, 1 (15%) of the 7 respondents experienced severe dysmenorrhea, 4 (60%) had moderate pain, 2 (25%) had mild pain. In an effort to improve adolescent reproductive health, Essential Reproductive Health Services are important as an entry point for health promotion (Mariza et al., 2020).The purpose This research aims to determine the effect of giving red ginger water on dysmenorrhea pain in young women in the Gedung Sari Health Center work area in 2024Methods: This research uses a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The research was conducted in June - July 2024, on young women using a purposive sampling technique so that 30 respondents were obtained. Data was collected using a questionnaire and then analyzed and presented in the form of a characteristic table.Results showed that the average dysmenorrhea pain before the intervention was 4.67 and decreased to 3.20 after administering red ginger water. Statistical analysis showed that there was a significant effect of giving red ginger water on reducing dysmenorrhea pain (p-value = 0.000) among young women with dysmenorrhea pain aged ≤12 as many as 7 people (23.3%) and ≥13 as many as 23 people (76.7%).Conclusion: From this research, there was an effect of giving red ginger water on desminorrhea pain in 26 young women in the Gedung Sari health center area. So it is recommended that young women who experience desminore pain consider using ginger as a natural alternative to reduce pain. Keywords: Dysmenorrhea, ginger water, adolescents