Ringkasan: Latar Belakang : Ketidakpatuhan pasien dalam menjalani program rehabilitasi fisioterapi masih menjadi masalah utama, dengan hanya sekitar 50% pasien yang konsisten melakukan latihan di rumah. Kepatuhan merupakan aspek krusial dalam menentukan keberhasilan terapi, terutama untuk pasien dengan gangguan neuromuskuloskeletal. Komunikasi terapeutik diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani home exercise programs.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik terhadap kepatuhan latihan di rumah pada pasien praktik mandiri fisioterapi di Kota Malang. Metode : Desain observasional analitik cross-sectional dengan 81 responden menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner GITCS dan EARS, dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil : Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai r = 0,439 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara komunikasi terapeutik dan kepatuhan latihan di rumah. Rata-rata skor komunikasi terapeutik 128,555 (91,8%) dan kepatuhan latihan 19,209 (80,04%). Kesimpulan : Terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara komunikasi terapeutik dan kepatuhan latihan di rumah. Semakin baik komunikasi terapeutik yang dilakukan fisioterapis, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani latihan di rumah. Saran : Perkuat kurikulum komunikasi terapeutik, tingkatkan keterampilan fisioterapis melalui pelatihan, kembangkan penelitian eksperimental, dan standarisasi SOP komunikasi pelayanan.