Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung transformasi digital bagi pelaku UMKM di bawah naungan BUMDes Langgeng Jaya, Desa Gempol, Kabupaten Nganjuk. Fokus utama kegiatan ini adalah pengembangan dan pelatihan pengelolaan website sebagai sarana promosi dan pemasaran produk lokal, seperti kerajinan tangan, hasil pertanian, dan makanan olahan. Program ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perancangan website, pelatihan literasi digital, serta evaluasi hasil kegiatan. Website yang dikembangkan berfungsi menampilkan katalog produk, profil pengrajin, informasi harga, dan kontak pemesanan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pengurus BUMDes, perwakilan kelurahan, dan pelaku UMKM. Hasil evaluasi yang menggunakan pengukuran pemahaman sebelum dan sesudah pemaparan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman digital, dengan nilai rata-rata peserta meningkat dari 5,6 pada pre-test menjadi 9,2 pada post-test. Capaian ini menegaskan bahwa pelatihan berjalan efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam pengelolaan website dan strategi pemasaran digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Gempol mampu memanfaatkan teknologi secara mandiri untuk memperkuat daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong keberlanjutan ekonomi desa di era digital. Kata kunci: digital marketing; digital transformation; community empowerment; msmes; website development. Abstract This community service activity is carried out to support digital transformation for MSME actors under the management of BUMDes Langgeng Jaya, Gempol Village, Nganjuk Regency. The main focus of this activity is the development and training of website management as a means to promote and market local products, such as handicrafts, agricultural products, and processed foods. The program is implemented through four stages: needs identification, website design, digital literacy training, and activity evaluation. The developed website functions to display product catalogs, artisan profiles, pricing information, and order contact details, enabling it to reach a wider market. The training was attended by 30 participants, including BUMDes administrators, village representatives, and MSME actors. Evaluation using pre-test and post-test measurements shows a significant increase in digital understanding, with the participants’ average score rising from 5.6 in the pre-test to 9.2 in the post-test. These results confirm that the training effectively improves participants’ skills in website management and digital marketing strategies. Through this activity, it is expected that MSME actors in Gempol Village can independently utilize technology to strengthen competitiveness, expand market reach, and promote the sustainability of the village economy in the digital era. Keywords: community empowerment; digital marketing; digital transformation; msmes; website development.