Isu penelitian ini adalah stigmatisasi terhadap tubuh perempuan gemuk di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi tubuh perempuan, mengatasi dampak sosial negatif, dan menghilangkan pembagian kelompok berdasarkan standar kecantikan yang tidak realistis. Dengan fokus pada pertunjukan "Exergie Butter Dance" karya Melati Suryodarmo, penelitian ini mengevaluasi bagaimana seni pertunjukan dapat berfungsi sebagai alat untuk melawan stigmatisasi tersebut. Analisis kritis dilakukan menggunakan metode dramaturgis, mengkaji bagaimana Suryodarmo, melalui pilihan artistik seperti mengenakan dress mini ketat dan high heels merah sambil menari di atas 24 balok mentega, menggugat dan menantang standar kecantikan ideal yang dipegang oleh masyarakat. Penampilan yang penuh keberanian ini tidak hanya menyoroti kekuatan tubuh perempuan gemuk di atas panggung, tetapi juga untuk mempertimbangkan kembali pandangan masyrakat tentang kecantikan dan identitas tubuh. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana seni pertunjukan dapat berperan dalam mengubah persepsi masyarakat dan sikap terhadap tubuh perempuan gemuk, membuka jalan untuk pemahaman yang lebih inklusif dan penerimaan yang lebih luas.