Angga Rohmandani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MADZHAB LINTAS TAFSIR KONTEMPORER Diyah Pratiwi; Angga Rohmandani; Nur Syafiqoh Binti Nahlil; Abdul Rouf
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11155

Abstract

The development of contemporary Qur’anic interpretation has generated diverse methodological approaches, resulting in various schools of tafsir with textual, contextual, rational, and thematic tendencies. While this diversity enriches Islamic intellectual discourse, it also poses the risk of fragmented religious understanding. Therefore, an integrative approach is needed to bridge these differences through the framework of cross madhhab contemporary tafsir. This study aims to analyze the concept, characteristics, and relevance of cross madhhab tafsir in addressing contemporary intellectual and socio religious challenges. The research employs a qualitative method with a library research approach, utilizing content analysis and comparative analysis of contemporary tafsir works across different schools. The findings reveal that cross madhhab contemporary tafsir emphasizes dialogical, integrative, and moderate principles in understanding the Qur’an, accommodating multiple interpretive approaches without undermining textual authority. In conclusion, cross madhhab contemporary tafsir represents a strategic approach to fostering inclusive, contextual, and relevant Islamic understanding in response to the dynamics of modern society.
PENGARUH MEDIA DIGITAL DAN TEKNOLOGI DALAM PENYEBARAN TAFSIR DI INDONESIA Angga Rohmandani; Pebi Anggraini; Muhith
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.11312

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh disrupsi media digital yang memperluas akses tafsir Al-Qur’an, tetapi sekaligus memunculkan ketegangan antara kemudahan konsumsi konten dan akuntabilitas keilmuan. Tujuan penelitian ialah menganalisis dampak penetrasi teknologi digital terhadap validitas penyebaran tafsir di Indonesia, khususnya pada tiga isu: erosi otoritas tafsir tradisional, tantangan kredibilitas akibat lemahnya verifikasi sanad/kompetensi, dan risiko misinterpretasi karena format tafsir singkat (context dropping). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan kerangka analisis kritis, diperkuat analisis isi kualitatif terhadap sampel konten tafsir mikro di platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi berhasil mendemokratisasi akses tafsir, namun bersamaan dengan itu menormalisasi penafsiran dangkal yang mengurangi kedalaman kontekstual dan metodologis. Penerimaan publik cenderung bergeser dari integritas substansi ke efektivitas komunikasi serta popularitas. Kesimpulannya, diperlukan respons strategis melalui pedoman, regulasi, dan/atau sertifikasi konten untuk menjaga moderasi beragama dan validitas keilmuan tafsir di ruang digital.
KAJIAN ORIENTALIS TERHADAP HADIS: ANALISIS KRITIK METODOLOGIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STUDI HADIS KONTEMPORER Pebi Anggraini; Angga Rohmandani; Misbah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11371

Abstract

Kajian orientalis terhadap hadis berkembang pesat dan memengaruhi wacana akademik modern, terutama terkait otentisitas, transmisi, dan penanggalan hadis. Perdebatan ini menuntut telaah metodologis yang adil agar kritik yang muncul dapat dipahami secara ilmiah tanpa menegasikan tradisi kritik hadis klasik. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis pendekatan metodologis orientalis dalam studi hadis, mengkritisi asumsi dasarnya, serta memetakan implikasinya bagi perkembangan studi hadis kontemporer. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis dan kritik metodologis, melalui penelaahan karya-karya orientalis dan respons sarjana Muslim kontemporer. Hasil Penelitian: Temuan menunjukkan orientalis cenderung menekankan kritik historis, skeptisisme sumber, serta rekonstruksi transmisi berbasis kronologi, sementara tradisi ulumul hadis menekankan verifikasi sanad-matan, integritas periwayat, dan uji kesahihan internal. Dialog metodologis menghasilkan peluang integrasi: pemanfaatan kritik sejarah untuk konteks sosial, tanpa mengabaikan perangkat kritik hadis klasik. Kesimpulan: Kritik orientalis perlu dibaca sebagai tantangan akademik yang mendorong penyempurnaan metodologi studi hadis kontemporer melalui pendekatan integratif dan proporsional.