Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDAMPINGAN MTQ INTERNASIONAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KOMPETENSI TILAWAH DAN TAHFIZH DI TINGKAT GLOBAL Sufyan Muttaqin; Mukhammad; Muhith; Rasyid; Armizi
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v3i2.2488

Abstract

The International Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) is a strategic event to showcase the best tilawah (Qur’anic recitation) and tahfizh (Qur’anic memorization) skills at the global level, while also serving as a means of Qur’anic cultural diplomacy. However, the achievements of Indonesian participants at the international level still face challenges, particularly in aspects such as the accuracy of tajweed, fashahah (articulation clarity), mastery of melody, fluency of memorization, and mental readiness for performance. This community service research aims to describe the process and outcomes of the International MTQ mentoring program as an effort to enhance tilawah and tahfizh competencies. The method employed is a participatory approach involving pre-assessment of initial competencies, intensive training (talaqqi, sima’an, peer feedback), competition simulations, as well as mental and stage management coaching. The target group consists of prospective International MTQ participants who have passed the national selection stage. The mentoring results show a significant improvement in tilawah scores (average increase of 18%) and tahfizh scores (average increase of 15%) based on International MTQ assessment standards. In addition, participants demonstrated increased self-confidence, voice control, and memorization accuracy during the simulation stage. These findings affirm that structured mentoring, based on a holistic Qur’anic training method, can serve as an effective strategy for preparing globally competitive participants while strengthening Indonesia’s image as a global center for Qur’anic development.
Tafsir Bira’yi dan Pengaruh Digitalisasi dalam Penyebaran Penafsiran Al-Qur’an Muhith
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v2i1.2070

Abstract

Penafsiran al-Qur’an merupakan aktivitas ilmiah yang terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satu corak penafsiran yang banyak diperbincangkan adalah tafsir bi ra’yi, yakni tafsir yang berlandaskan pada ijtihad dan penalaran mufassir, di samping penggunaan riwayat dan kaidah kebahasaan. Meski eksistensinya telah lama diperdebatkan, tafsir bi ra’yi memiliki peran penting dalam memperkaya khazanah penafsiran Islam. Memasuki era digital, tafsir bi ra’yi mengalami transformasi signifikan melalui media baru seperti website, aplikasi tafsir, media sosial, hingga kecerdasan buatan. Fenomena digitalisasi ini membawa dampak ganda: di satu sisi, memperluas akses, mendemokratisasi pengetahuan, dan memudahkan umat dalam menjangkau tafsir; namun di sisi lain, menimbulkan tantangan terkait otoritas, otentisitas, dan potensi distorsi penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengkaji sumber-sumber klasik dan kontemporer, baik berupa kitab tafsir, literatur akademik, maupun platform digital tafsir al-Qur’an. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi konsep tafsir bi ra’yi dan memetakan pengaruh digitalisasi dalam penyebarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi menghadirkan peluang besar bagi penyebaran tafsir bi ra’yi secara global, tetapi juga menuntut adanya literasi digital keislaman, verifikasi akademik, serta keterlibatan otoritas keilmuan agar tafsir tetap terjaga dari penyalahgunaan. Dengan demikian, integrasi antara tradisi keilmuan tafsir dan inovasi digital menjadi kunci penting dalam menjaga relevansi dan otentisitas tafsir bi ra’yi di era modern.
Konteks Historis dan Sosial dalam Penyusunan Tafsir Faidh al-Rahman Karya K.H. Sholeh Darat Kusdiana, Indra; Muhith
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i1.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis interelasi antara konteks sosial-historis dengan kandungan Tafsir Faid al-Rahman fi Tarjamah Tafsir Kalam Malik al-Dayyan karya K.H. Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani (K.H. Sholeh Darat). Ditulis pada akhir abad ke-19 di tengah ketegangan kolonial Belanda, eksploitasi ekonomi, dan pengawasan ketat pemerintah, tafsir ini diposisikan sebagai respons intelektual dan perlawanan kultural. Menggunakan pendekatan Sosiologi Pengetahuan (Karl Mannheim), penelitian ini mengkaji bagaimana latar belakang anti-kolonial K.H. Sholeh Darat, pengalaman Perang Jawa, dan interaksinya dengan tokoh pencerah seperti R.A. Kartini, secara sadar memengaruhi corak penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan mufasir menggunakan aksara Pegon dan menonjolkan corak akhlak-sufistik adalah strategi cerdas untuk: 1) Memperkuat identitas keislaman dan nasionalisme (konsep hubbul wathan); 2) Menyediakan bimbingan moral dan spiritual di tengah penindasan; dan 3) Memperluas akses literasi Al-Qur'an bagi masyarakat awam dan perempuan Jawa. Dengan demikian, Faid al-Rahman tidak hanya berfungsi sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai dokumen sosio-historis yang berperan vital dalam membangun moralitas dan otonomi intelektual Muslim Nusantara, menjadikannya cerminan ideologi yang terlahir dari posisi sejarahnya
KEUNIKAN KITAB TAFSIR TARJUMAN AL-MUSTAFID KARYA ABDURAUF AS-SINGKILI Nur Syafiqah Binti Nahlil; Muhith
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12153

Abstract

Tarjuman al-Mustafid by Abdurauf as-Singkili is widely regarded as an early landmark of Malay Qur’anic exegesis, mediating classical Arabic tafsir heritage for Muslim readers in the Malay Indonesian world. Yet its “distinctiveness” is often stated in broad terms without clear textual indicators. Objective: this study aims to identify and explain the distinctive features of Tarjuman al-Mustafid in language, method, exegetical orientation, and its strategy of transmitting earlier authorities. Method a qualitative library based study employing content analysis on selected textual units (renderings of meaning, brief clarifications, legal hints, and moral ethical emphases), complemented by a historical intellectual reading of the Aceh Malay context. Results the tafsir shows a communicative Malay religious register, a preference for concise exposition that foregrounds the verse’s overall sense, selective notes oriented to piety and practice, and a compact adaptation of widely used classical tafsir sources without extended technical debate. Conclusion: Tarjuman al-Mustafid is distinctive for its pedagogical bridging function, helping to institutionalize a Malay tafsir tradition and shaping later developments of Nusantara exegesis.