Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesadaran Halal Konsumen terhadap Restoran Viral Tanpa Sertifikat Halal di Kota Bandung Qomariyah, Nurul; Rifaii, Ahmad; Somantri, Ace
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5824

Abstract

Fenomena maraknya restoran viral tanpa sertifikat halal menjadi isu yang semakin relevan dalam konteks perilaku konsumsi masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya di tengah dominasi media sosial sebagai sumber informasi dan referensi gaya hidup. Popularitas restoran yang terbentuk melalui konten viral sering kali mendorong minat berkunjung dan keputusan konsumsi, meskipun aspek kehalalan produk belum dikomunikasikan secara jelas. Kondisi ini menempatkan konsumen Muslim pada situasi dilematis antara keinginan mengikuti tren dan komitmen terhadap nilai-nilai religius. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konsumen Muslim memaknai kesadaran halal dalam konteks konsumsi restoran viral yang belum memiliki sertifikat halal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif dan makna yang dibangun oleh konsumen. Data dikumpulkan melalui wawancara. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemaknaan dan proses pengambilan keputusan konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran halal konsumen tidak terbentuk secara linier melalui keberadaan sertifikasi formal semata. Sebaliknya, kesadaran tersebut muncul melalui proses negosiasi yang kompleks antara nilai religius, pengaruh media sosial, dan persepsi risiko yang dirasakan. Viralitas restoran berfungsi sebagai bentuk legitimasi sosial yang mampu menunda urgensi sertifikasi halal dalam keputusan konsumsi. Namun, legitimasi sosial ini bersifat sementara dan cenderung melemah ketika persepsi risiko meningkat atau ketika daya tarik tren viral mulai menurun. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran halal bersifat dinamis dan kontekstual, dipengaruhi oleh interaksi antara faktor religius, sosial, dan psikologis.
Integrasi Kinerja Keuangan dan Fungsi Sosial BSI dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Sari, Vania Pramanda; Rifaii, Ahmad; Somantri, Ace
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6527

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah seiring dengan dominasi penduduk muslim dan meningkatnya kesadaran terhadap produk berbasis nilai syariah. Dalam konteks tersebut, perbankan syariah memegang peran strategis sebagai penggerak utama ekosistem ekonomi syariah, khususnya dalam mendukung industri halal, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta integrasi fungsi sosial keuangan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan desain studi kasus pada PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan resmi BSI, Otoritas Jasa Keuangan, publikasi pemerintah, serta literatur akademik yang relevan. Analisis difokuskan pada tiga pilar utama ekosistem ekonomi syariah, yaitu penguatan keuangan syariah, pengembangan industri halal, serta peningkatan literasi dan digitalisasi ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI memiliki kinerja keuangan yang solid pasca merger, ditandai dengan pertumbuhan aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga yang konsisten. Transformasi digital BSI berkontribusi terhadap peningkatan inklusi dan literasi keuangan syariah, termasuk melalui integrasi layanan ZISWAF. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya sinergi antara kinerja keuangan dan fungsi sosial perbankan syariah. Namun demikian, optimalisasi peran BSI masih menghadapi tantangan pada aspek pemerataan pembiayaan, koordinasi kelembagaan, dan pengukuran dampak sosial.