Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Clay Mask Stick Ekstrak Daun Paku Sarang Burung (Asplenium nidus) sebagai Antijerawat terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Lisaura, Inggrit Windy; Budi, Setia; Mahdiyah, Dede; Noval , Noval
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6198

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang banyak dialami dan dapat menimbulkan gangguan psikologis. Salah satu bakteri penyebab jerawat adalah Staphylococcus aureus, yang semakin resisten terhadap antibiotik. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif alami seperti ekstrak daun paku sarang burung (Asplenium nidus), yang diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, dan terpenoid dengan potensi antibakteri. Mengetahui pengaruh variasi formulasi konsentrasi ekstrak daun Asplenium nidus terhadap evaluasi fisik sediaan clay mask stick dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak (45%, 60%, dan 75%) dan diuji melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu kering, iritasi, serta uji antibakteri metode difusi cakram, KHM, dan KBM. Seluruh formulasi menunjukkan hasil evaluasi fisik yang memenuhi syarat dan aman digunakan. Formulasi II (60%) dinilai paling optimal secara fisik. Uji antibakteri menunjukkan bahwa Formulasi III (75%) memiliki zona hambat terbesar (17,53 mm) dan lebih tinggi dibanding kontrol positif (klindamisin). KHM menunjukkan bahwa ketiga konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan S. aureus, namun hasil uji KBM tidak menunjukkan efek bakterisidal melainkan ekstrak Asplenium nidus lebih berpotensial sebagai agen antibakteri topikal yang bersifat bakteriostatik Ekstrak daun paku sarang burung (Asplenium nidus) berpotensi sebagai antibakteri topikal dalam sediaan clay mask stick, dengan Formulasi II (60%) sebagai formulasi optimal berdasarkan keseimbangan antara sifat fisik dan aktivitas antibakteri.