Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penggunaan uang pada siswa disabilitas intelektual kelas VII SMPLB melalui penerapan metode Role Playing. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam mengenal nilai nominal uang, melakukan penghitungan sederhana, serta melaksanakan transaksi jual beli secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan Peneltian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas dua orang siswa disabilitas intelektual kelas VII di SLB Aisyiyah Sijunjung. Tekhnik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa soal pre-test dan post-test serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Proses pembelajaran dirancang secara fungsional, konkret, dan berulang sesuai dengan karakteristik siswa disabilitas intelektual. Pembelajaran dilaksanakan melaui simulasi jual beli sederhana menggunakan metode Role Playing dengan media uang nyata dan barang kebutuhan sehari-hari yang diberi label harga. Setiap siklus pembelajaran terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar, skenario bermain peran, media pembelajaran, serta instrument evaluasi. Pada tahap pelaksanaan tindakan, guru memberikan apersepsi, menjelaskan tujuan pembelajaran, memperkenalkan nilai nominal uang, serta mendemonstrasikan cara melakukan transaksi jual beli secara sederhana. Selanjutnya, siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan bermain peran dengan bergantian memerankan peran sebagai pembeli dan penjual. Dalam kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk memilih barang sesuai daftar belanja, menentukan jumlah uang yang harus dibayarkan, melakukan pembayaran, serta menerima uang kembalian secara langsung. Guru memberikan bimbingan secara terus menerus, penguatan verbal, serta pengulangan instruksi untuk membantu siswa memahami setiap tahapan transaksi. Observasi dilakukan untuk mencatat keterlibatan siswa, kemampuan mengenali uang, ketepatan pembayaran, dan kemandirian selama proses pembelajaran. Hasil observasi kemudian dianalisis dan direfleksikan sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Role Playing tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara kuantitatif, tetapi juga meningkatkan keaktifan kepercayaan diri, dan kemandirian siswa dalam melakukan transaksi sederhana. Kemampuan penggunaan uang siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal dengan rata-rata persentase 58,3%, meningkat menjadi 75% pada Siklus I, dan meningkat lagi menjadi 86,5% pada Siklus II. Dengan demikian, metode Role Playing terbukti efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan penggunaan uang padneccea siswa disabilitas intelektual.