Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Transitioning usage from BFS and DFS to Heuristic Search in the Modern AI Era Syahputra, Fahmy; Sabrina, Elsa; Sahendra Chan, M Fajar; Fali, Rifki; Fattah, Muhammad; Hendratmo, Joko; Ardiansyah, Fadhil
Journal of Artificial Intelligence and Engineering Applications (JAIEA) Vol. 5 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Kita Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59934/jaiea.v5i2.1856

Abstract

Uninformed search algorithms, specifically Breadth-First Search (BFS) and Depth-First Search (DFS), encounter significant scalability limitations when addressing complex problem spaces in modern Artificial Intelligence (AI) ecosystems. This study investigates the paradigm shift toward intelligent heuristic algorithms through a systematic literature review and comparative analysis of 24 recent academic sources. The evaluation focuses on three primary domains: logical problem solving, robotic navigation, and data infrastructure management. Results demonstrate that heuristic methods, such as A-Star and hybrid variants like PrunedBFS, offer superior time efficiency and memory optimization for autonomous navigation and massive computing tasks. Nevertheless, classic algorithms retain functional relevance for specific scenarios requiring exhaustive exploration. Furthermore, this study reveals that algorithmic evolution has fundamentally transformed digital infrastructure, driving a shift from Search Engine Optimization (SEO) to Answer Engine Optimization (AEO) and necessitating adaptive cybersecurity architectures. The research concludes that the future of AI development relies not on substitution, but on a collaborative synthesis integrating the robustness of classic methods with the adaptability of modern heuristics.
Perlindungan Hukum Terhadap Bank yang Menjadi Kreditur Konkuren Karena Pembatalan Hak Tanggungan oleh Pengadilan Fattah, Muhammad; Halim, Anriz Nazaruddin; Situmorang, Risma
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16019

Abstract

Jaminan hak tanggungan bertujuan untuk memberikan perlindungan serta kepastian hukum kepada pemegang hak tanggungan dalam hal penyelesaian piutang. Pemegang hak tanggungan berdasarkan Undang-Undang Hak Tanggungan merupakan kreditur separatis, namun kemudian menjadi kreditur konkuren ketika kepentingan penyelesaian kerugian negara harus didahulukan dimana objek hak tanggungan berasal dari tindak pidana korupsi. Untuk kemudian dilelang dalam rangka pembayaran kerugian negara. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Akibat hukum terhadap Bank yang menjadi kreditur Konkuren karena pembatalan Hak Tanggungan oleh pengadilan. Bagaimana Perlindungan hukum terhadap Bank yang menjadi kreditur Konkuren karena pembatalan Hak Tanggungan oleh pengadilan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, teori Akibat Hukum menurut R. Soeroso dan teori Perlindungan Hukum dari Satjipto Rahardjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian yuridis normatif yaitu penelitian hukum kepustakaan atau data sekunder dengan sumber bahan-bahan hukum premier, sekunder dan tresier yang didukung dengan wawancara yaitu penelitian. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, anlitis dan kosesptual dan teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menginventarisasi aturan hukum positif, literatur buku, jurnal dan sumber bahan hukum lainnya. Untuk teknik analisa bahan hukum dilakukan dengan penafsiran hukum interpretasi dan metode konstruksi hukum. Dari hasil penelitian dapat diperoleh bahwa perlindungan hukum terhadap bank sebagai pemegang hak tanggungan ketika objek jaminan yang berasal dari tindak pidana korupsi dinilai memiliki perlindungan hukum yang kurang karena pemegang hak tanggungan yang merupakan kreditur separatis kemudian menjadi kreditur konkuren karena objek jaminan yang berasal dari tindak pidana korupsi disita kemudian dilelang dan yang didahulukan adalah pembayaran uang negara.