Hospitalisasi merupakan salah satu pengalaman yang tidak menyenangkan baik bagi anak maupun orang tua. Beberapa stressor akan dihadapi saat anak akan dirawat, selama perawatan hingga sampai pemulangannya kembali ke rumah. Dampak dari hospitalisasi yaitu gangguan fisik, psikis dan interaksi sosial anak akan mengalami perubahan, Distraksi audio visual adalah teknik non-farmakologis yang digunakan untuk mengalihkan perhatian seseorang dari rasa nyeri, kecemasan, atau ketidaknyamanan dengan memanfaatkan rangsangan suara dan gambar secara bersamaan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan pendekatan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling dengan total 68 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Alat ukur yang digunakan adalah VAAS dan kuisioner pre school anxiety scale Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 56.24 dan nilai posttest sebesar 23,47. Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok eksperimen memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 54.5 dan nilai posttest sebesar 19,76 Berdasarkan uji analisa Mann whitney diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.000, atau < α (0,05). Ada Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kartun yang menarik secara visual dan auditori mampu mengalihkan perhatian anak dari lingkungan rumah sakit yang menakutkan atau prosedur yang menyakitkan .Penurunan kecemasan tercermin dalam perubahan fisiologis seperti penurunan denyut nadi dan skala kecemasan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi.