Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia dan memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam menjalani perawatan hipertensi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model terhadap kepatuhan minum obat lansia hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Kunir. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan jenis pretest and post-test one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan alat ukur kuisioner (MMAS-8). Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagianbesar lansia (74,2%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 74,2% responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi denagn nilai p= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini sejalan dengan teori Leininger yang menyatakan bahwa edukasi yang mempertimbangkan aspek budaya, nilai, dan keyakinan individu akan lebih efektif dalam mengubah perilaku kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam penyampaian edukasi juga terbukti membantu meningkatkan akses dan pemahaman lansia terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam program manajemen penyakit kronis di komunitas