Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Teknologi dengan Pendekatan Sunrise Model terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Hipertensi Peserta Prolanis Puskesmas Kunir: The Effect of Technology-Based Health Education Using the Sunrise Model Approach on Medication Adherence Among Elderly Hypertensive Patients Participating in the Prolanis Program at the Kunir Community Health Center Masruris Sulton; Hartono, Dodik; Marfuah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.226

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia dan memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam menjalani perawatan hipertensi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model terhadap kepatuhan minum obat lansia hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Kunir. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan jenis pretest and post-test one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan alat ukur kuisioner (MMAS-8). Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagianbesar lansia (74,2%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 74,2% responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi denagn nilai p= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini sejalan dengan teori Leininger yang menyatakan bahwa edukasi yang mempertimbangkan aspek budaya, nilai, dan keyakinan individu akan lebih efektif dalam mengubah perilaku kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam penyampaian edukasi juga terbukti membantu meningkatkan akses dan pemahaman lansia terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam program manajemen penyakit kronis di komunitas