Industri pengolahan kayu memiliki potensi tinggi terhadap risiko kecelakaan kerja, terutama di bagian produksi yang melibatkan mesin, bahan kimia, dan aktivitas fisik berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko K3 pada pekerja produksi di PT Bukit Intan Abadi Medan. Ruang lingkup penelitian mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko berdasarkan kemungkinan dan keparahan, serta mengetahui upaya pengendalian risiko yang diterapkan pada bagian produksi. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2025 dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan berjumlah 12 orang yang dipilih melalui teknik snowball sampling, terdiri dari manajer produksi, staf HSE, operator forklift, dan pekerja produksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai jenis bahaya kerja, yaitu bahaya mekanik (terjepit, tersayat, tertimpa), bahaya fisik (kebisingan, suhu tinggi, serpihan kayu, korsleting listrik), bahaya kimia (uap bahan pengawet dan lem), serta bahaya ergonomi akibat postur kerja tidak ergonomis dan aktivitas berulang. Penilaian risiko menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada tingkat risiko sedang hingga sangat tinggi, dengan dua aktivitas tergolong ekstrim. Upaya pengendalian risiko dilakukan melalui pendekatan rekayasa teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD), namun implementasinya belum optimal karena rendahnya kepatuhan dan kurangnya pelatihan K3. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian risiko K3 masih perlu dikembangkan lebih lanjut.