Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti riwayat penyakit infeksi, asupan makan, pengetahuan ibu, dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh riwayat infeksi, asupan makan, pengetahuan ibu, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pandere. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case–control. Sampel berjumlah 72 balita, terdiri dari 36 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 36 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri, serta penilaian asupan makan menggunakan metode food recall 2×24 jam. Pengukuran antropometri dilakukan dengan mengukur panjang badan menggunakan infantometer dan tinggi badan menggunakan stadiometer, kemudian status stunting ditentukan berdasarkan indikator PB/U atau TB/U menggunakan standar WHO dengan kriteria Z-score < -2 SD. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat penyakit infeksi (p=0,000), asupan protein (p=0,001), asupan lemak (p=0,029), asupan karbohidrat (p=0,004), pengetahuan ibu (p=0,008), dan sanitasi lingkungan (p=0,000) dengan kejadian stunting. Hasil multivariat menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,004). Kesimpulan penelitian ini adalah kejadian stunting dipengaruhi oleh riwayat infeksi, asupan makan, pengetahuan ibu, dan sanitasi lingkungan, dengan sanitasi lingkungan sebagai faktor dominan.