ABSTRACT Recently, high population is still a major problem faced by Indonesia. Controlling population growth through Long-Term Contraceptive Methods (LTMs) is one effort to realize quality families. However, users of LTMs in Indonesia have not yet met the target. The purpose of this study was to determine the effect of the roles of health workers, health education, and husbands' support on the interest in using Long-Lasting Mosquito Nets (LLMs) in fertile couples (PUS) in Palu City. This study used an observational research design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of fertile couples in Palu City, totaling 51,201 people. The sampling technique used was probability sampling with a simple random sampling approach, obtaining a sample of 381 respondents. Data analysis used logistic analysis. The results showed that the role of health workers, with a significance level of 0.011, husband's support with a significance level of 0.014 influenced the interest in using LTMs in Fertile Couples, while health education with a significance level of 0.111 did not influence the interest in using LTMs in Fertile Couples in Palu City. In shaping public perceptions of the use of contraceptives, health workers must have an active and positive role. A comprehensive approach is needed after providing education that not only focuses on delivering information but also on overcoming other obstacles. Involving husbands is essential to achieving effective family planning goals. Keywords: Health Workers, Health Education, Husband's Support, Interest in Use, Long-Term Contraceptive Methods. ABSTRAK Jumlah penduduk yang masih tinggi masih menjadi masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini. Pengendalian pertumbuhan penduduk melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu upaya mewujudkan keluarga berkualitas. Namun, pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Indonesia masih belum memenuhi target. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh peran tenaga kesehatan, edukasi kesehatan dan dukungan suami terhadap minat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada pasangan usia subur (PUS) di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur di Kota Palu sebanyak 51.201 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan pendekatan simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 381 responden. Analisis data menggunakan analisis logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,011, dukungan suami dengan tingkat signifikasi sebesar 0,014 berpengaruh terhadap minat penggunaan MKJP pada Pasangan Usia Subur, sedangkan edukasi kesehatan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,111 tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan MKJP pada Pasangan Usia Subur di Kota Palu. Dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap penggunaan alat kontrasepsi, tenaga kesehatan harus memiliki peran yang aktif serta positif. Perlu pendekatan yang komperhensif setelah memberikan edukasi yang tidak hanya fokus pada penyampaian informasi saja, namun juga mengatasi hambatan-hambatan lainnya. Upaya melibatkan suami sangat penting untuk mencapai tujuan perencanaan keluarga efektif. Kata Kunci: Tenaga Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Dukungan Suami, Minat Penggunaan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.