Ita Purnama Alwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Benefits and challenges of presurgical nasoalveolar molding placement for a unilateral cleft lip and palate a case series: Manfaat dan tantangan pemasangan presurgical nasoalveolar molding pada celah bibir lelangit unilateral serangkaian kasus Rifaat Nurrahma; Nur Rahmah; Andi Sri Permatasari; Ian Afifah Sudarman; Ita Purnama Alwi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-surgical nasoalveolar molding (PNAM) telah diterapkan untuk membentuk ulang struktur hidung yang terbelah, memudahkan intervensi bedah, dan mengurangi keparahan serta tegangan pada celah. Artikel ini memaparkan tiga kasus penderita celah bibir dan lelangit unilateral (UCLP) yang menjalani PNAM sebelum operasi, yang beragam kasus celah dan karakteristik pasien, yang membantu dalam pengelolaan celah hidung dan hasilnya berbasis bukti yang lebih kuat. Tantangan utama dalam terapi PNAM adalah memastikan kepatuhan pasien dan pengasuh keluarga terhadap pengobatan, mengingat pasien muda harus beradaptasi dengan pemasangan dan aktivasi perangkat. Pengawasan juga memerlukan kunjungan rutin dan berulang yang dapat memakan waktu dan menimbulkan tekanan psikologis akibat menyaksikan adaptasi pasien terhadap pemasangan. Disimpulkan bahwa perawatan PNAM mengurangi lebar celah alveolar. Perawatan ini meningkatkan simetri hidung dengan mengubah sudut kolumela, mempertahankan lebar alar, memperpanjang tinggi lubang hidung pada sisi yang terkena, dan meningkatkan panjang kolumela. Kerjasama antara pasien, pengasuh keluarga, dan tim medis sangat penting untuk hasil yang lebih baik.
Management of intruded primary teeth using computer-controlled local anesthetic delivery systems: Tatalaksana gigi susu yang intrusi menggunakan sistem anestesi lokal yang dikendalikan komputer Andi Sri Permatasari; Syakriani Syahrir; Yayah Inayah; Wiwik Elnangti Wijaya; Adam Malik Hamudeng; Rifaat Nurrahma; Ita Purnama Alwi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intrusi adalah trauma paling umum pada anak-anak. Penanganan gigi susu yang terintrusi meliputi re-erupsi spontan atau ekstraksi. Laporan kasus ini menggambarkan pengelolaan gigi susu yang mengalami intrusi menggunakan sistem anestesi lokal yang dikendalikan komputer (CCLAD). Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun datang dengan gigi insisivus susu maksila yang mengalami intrusi setelah jatuh dari tangga sehari sebelumnya. Temuan klinis meliputi pembengkakan dan ulserasi pada bibir dan dagu, hematoma, dan ulserasi gusi. Fraktur Kelas IX Ellis tercatat pada gigi 51, 61, 62 dengan intrusi parah (derajat III), mobilitas ringan, dan fusi 61-62. Pencitraan panoramik menunjukkan agenesis pada gigi 22. Setelah satu minggu observasi untuk re-erupsi spontan, ekstraksi gigi 51, 61, dan 62 dilakukan karena risiko terhadap gigi permanen pengganti. Anestesi diberikan menggunakan teknik P-ASA (palatal-alveolar superior anterior) dengan SleeperOne5 (CCLAD), meningkatkan kenyamanan dan mengurangi ketakutan pasien. Pemantauan selama 12 bulan tidak menunjukkan komplikasi. Disimpulkan bahwa SleeperOne5 sebagai CCLAD dengan pendekatan anestesi P-ASA merupakan alternatif yang berguna untuk mengelola gigi susu anterior yang intrusi secara multipel.