Rifaat Nurrahma
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Teknik pencetakan abutment implan: sebuah tinjauan pustaka Evelyn Neos; Edy Machmud; Rifaat Nurrahma; Irfany .
Makassar Dental Journal Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.631 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v2i2.116

Abstract

Implan gigi merupakan perawatan alternatif terbaik dalam mengembalikan fungsi mastikasi, estetik dan fonetik pada pasien dengan kehilangan sebagian atau seluruh giginya. Penggunaan implan gigi telah memperluas lingkup kedokteran gigi klinis, menciptakan pilihan perawatan tambahan untuk kasus-kasus kompleks dengan rehabilitasi fungsional yang terbatas. Implan gigi terdiri atas badan implan, healing cap, abutment dan mahkota. Oleh karena itu untuk mendapatkan mahkota yang memiliki adaptasi, akurasi dan efisiensi yang baik, dibutuhkan teknik pencetakan yang tepat. Terdapat dua teknik pencetakan dasar yang sering dilakukan, yaitu teknik open-tray dan teknik closed-tray. Pada teknik open-tray, coping transfer berada dalam cetakan dan tidak disekrup sebelum cetakan dikeluarkan dari dalam mulut. Sedangkan pada teknik closed-tray, coping transfer tertahan pada implan saat pelepasan cetakan dan harus direposisikan kembali pada hasil cetakan. Kedua teknik pencetakan ini memiliki indikasi dalam penggunaannya serta keuntungan dan kerugian masing-masing. Dengan demikian dengan teknik pencetakan yang tepat tentu saja dapat menjadi pondasi untuk proses rekontruksi prostetik yang baik serta merupakan faktor penting dalam perawatan restorasi implan.
Perawatan alternatif prostodontik menggunakan gigitiruan overdenture magnet pada pasien dengan jaringan pendukung minimal (laporan kasus) Evan Gunawan Tunggal; Edy Machmud; Adriana Djuhais; Rifaat Nurrahma
Makassar Dental Journal Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.197 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v2i6.148

Abstract

Alternatif rehabilitasi perawatan prostodontik dewasa ini sangat berkembang. Salah satunya adalah pembuatan gigitiruan overdenture magnet. Indikasi dari penggunaan meliputi jumlah gigi yang tersedia, keadaan jaringan mulut, dan kebutuhan pasien. Untuk memberikan gambaran tentang alternatif perawatan pada bidang prostetik mengenai penggunaan overdenture yang menggunakan system magnet sebagai retensi minor. Seorang pasien wanita yang berusia 50 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin dengan keluhan gangguan pengunyahan, penampilan dan berbiacara akibat kehilangan gigi. Pasien ingin dibuatkan suatu gigitiruan yang dapat menyelesaikan permasalahannya namun pasien ingin untuk dibuatkan gigitiruan yang tidak menggunakan klamer sebagai retensi dengan pertimbangan masalah estetik. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dibuatkanlah gigitiruan overdenture magnet. Alternatif perawatan pada bidang prostetik dengan menggunakan gigitiruan overdenture magnet ternyata memberikan hasil yang optimal dan kepuasan bagi pasien dalam penggunaannya sehari-hari.
Modifikasi open face untuk gigitiruan sebagian lepasan imediat Evan Gunawan Tunggal; Rifaat Nurrahma; Edy Machmud
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.836 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.190

Abstract

Pencabutan gigi dengan prognosis buruk di daerah anterior biasanya diikuti dengan insersi gigitiruan imediat. Pertimbangan estetik untuk kasus seperti ini sangat berperan penting mengingat daerah edentulus pada bagian anterior. Tujuan: menggunakan desain pontik ovat untuk gigitiruan sebagian lepasan imediat. Artikel ini dimaksudkan untuk melaporkan seorang wanita berusia 42 tahun yang mengeluhkan gigitiruan yang dibuatnya di tukang gigi. Gigitiruannya dinilai memiliki penampilan yang buruk, berbau, dan menyebabkan gigi depannya menjadi goyang. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya kesalahan dalam desain dan konstruksi gigitiruan. Gambaran radiografi memperlihatkan kehilangan tulang yang parah di periapikal gigi 12. Rencana perawatan meliputi pembongkaran gigitiruan lama yang dibuat cekat, pencabutan gigi 12 dan insersi gigitiruan lepasan imidiat dengan modifikasi pontik ovat dalam satu kunjungan yang sama. Hasilnya didapatkan gigitiruan imidiat dengan estetik yang memuaskan. Disimpulkan bahwa gigitiruan lepasan imidiat dengan modifikasi pontik ovat memberikan banyak keuntungan bagi pasien.
Penatalaksanaan peningkatan asupan gizi pada bayi celah bibir dan langit-langit dengan obturator feeding plate Elizabeth Mailoa; Vinsensia Launardo; Rifaat Nurrahma
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.068 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.197

Abstract

Celah bibir dan langit-langit kongenital merupakan malformasi kompleks yang melibatkan jaringan keras dan lunak wajah. Bayi yang lahir dengan celah bibir dan langit-langit akan mengalami tantangan fungsional dan estetik. Celah langit-langit akan mengakibatkan ketidakmampuan menghasilkan tekanan negatif orofaringeal yang cukup dan lidah tidak mampu menekan langit-langit, sehingga susu akan mengalir kembali ke kavitas nasal dan mengakibatkan masalah pernafasan. Hal ini akan berefek terhadap asupan nutrisi dan menyababkan berat badan rendah, sehingga bayi mungkin tidak dapat menjalani perawatan bedah rekonstruksi pada waktunya. Obtrurator feeding plate yang terbuat dari akrilik untuk menutup langit-langit meningkatkan kemampuan mengisap bayi dan dapat mengatasi masalah ini.
The use of teledentistry and Artificial Intelligence (AI) in dental and oral health services for the elderly in the era of the covid-19 pandemic: A systematic review Bahruddin Thalib; Rifaat Nurrahma; Asmawati; Alqarama M. Thalib; Mohammad NF. Taufik
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol. 7 No. 3 (2022): (Available online: 1 December 2022)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v7i3.1406

Abstract

Objective: This paper aims to determine the use of teledentistry and AI in the elderly to maintain the health of their oral cavity and teeth during the COVID-19 pandemic. Methods: Technology in dentistry today is developing very rapidly, improving the quality of dental and oral health services. During the pandemic, the elderly has concerns about Covid-19 contamination when they have to see a dentist. Their situation has led to discussions and efforts to use teledentistry and Artificial intelligence to facilitate services and care for the elderly during the pandemic. Results: Teledentistry is used as a medium for consultation, diagnosis, referral system, treatment, and follow-up. While Artificial Intelligence (AI) has been used in diagnostic, patient data management, restoration, and CAD/CAM-based denture manufacture, detecting periodontal disease, and dental radiology. Conclusion: Teledentistry and AI can be a promising alternative in dental and oral health services to reduce anxiety and fear of contamination with Covid-19. The technologies make it easier for health workers, especially dentists, to maintain and improve the quality of life of the elderly during the pandemic.
The use of hybrid prosthesis with precision attachment in the management of free end partial tooth loss: Penggunaan hybrid prosthesis dengan precision attachment dalam penanganan kehilangan gigi free end Nur Rahmah; Rifaat Nurrahma; Eri Hendra Jubhari; Syakhrul Affandhy
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan kasus edentulus sebagian memerlukan perhatian khusus terhadap prinsip desain dan estetika. Hybrid prosthesis dengan precision attachment telah menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi kasus gigi tiruan cekat dengan free-end. Artikel ini menggambarkan penggunaan hybrid prosthesis dengan precision attachment dalam mengatasi kasus edentulus sebagian kompleks. Seorang wanita berusia 56 tahun datang ke RSGMP Universitas Hasanuddin dengan keluhan hilangnya beberapa gigi di rahang atas dan bawah, serta ada gigi yang goyah. Hasil rehabilitasi mulut lengkap ini melibatkan penggunaan hybrid prosthesis dengan precision attachment pada RA, serta pemasangan gigi tiruan kerangka logam pada RB untuk koreksi estetika. Disimpulkan bahwa penggunaan precision attachment pada hybrid prosthesis memberikan banyak manfaat, meskipun membutuhkan tahapan klinis dan teknologi yang tepat, serta pengetahuan dan keterampilan yang baik bagi operator dan teknisi laboratorium.
Benefits and challenges of presurgical nasoalveolar molding placement for a unilateral cleft lip and palate a case series: Manfaat dan tantangan pemasangan presurgical nasoalveolar molding pada celah bibir lelangit unilateral serangkaian kasus Rifaat Nurrahma; Nur Rahmah; Andi Sri Permatasari; Ian Afifah Sudarman; Ita Purnama Alwi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-surgical nasoalveolar molding (PNAM) telah diterapkan untuk membentuk ulang struktur hidung yang terbelah, memudahkan intervensi bedah, dan mengurangi keparahan serta tegangan pada celah. Artikel ini memaparkan tiga kasus penderita celah bibir dan lelangit unilateral (UCLP) yang menjalani PNAM sebelum operasi, yang beragam kasus celah dan karakteristik pasien, yang membantu dalam pengelolaan celah hidung dan hasilnya berbasis bukti yang lebih kuat. Tantangan utama dalam terapi PNAM adalah memastikan kepatuhan pasien dan pengasuh keluarga terhadap pengobatan, mengingat pasien muda harus beradaptasi dengan pemasangan dan aktivasi perangkat. Pengawasan juga memerlukan kunjungan rutin dan berulang yang dapat memakan waktu dan menimbulkan tekanan psikologis akibat menyaksikan adaptasi pasien terhadap pemasangan. Disimpulkan bahwa perawatan PNAM mengurangi lebar celah alveolar. Perawatan ini meningkatkan simetri hidung dengan mengubah sudut kolumela, mempertahankan lebar alar, memperpanjang tinggi lubang hidung pada sisi yang terkena, dan meningkatkan panjang kolumela. Kerjasama antara pasien, pengasuh keluarga, dan tim medis sangat penting untuk hasil yang lebih baik.
Management of intruded primary teeth using computer-controlled local anesthetic delivery systems: Tatalaksana gigi susu yang intrusi menggunakan sistem anestesi lokal yang dikendalikan komputer Andi Sri Permatasari; Syakriani Syahrir; Yayah Inayah; Wiwik Elnangti Wijaya; Adam Malik Hamudeng; Rifaat Nurrahma; Ita Purnama Alwi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intrusi adalah trauma paling umum pada anak-anak. Penanganan gigi susu yang terintrusi meliputi re-erupsi spontan atau ekstraksi. Laporan kasus ini menggambarkan pengelolaan gigi susu yang mengalami intrusi menggunakan sistem anestesi lokal yang dikendalikan komputer (CCLAD). Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun datang dengan gigi insisivus susu maksila yang mengalami intrusi setelah jatuh dari tangga sehari sebelumnya. Temuan klinis meliputi pembengkakan dan ulserasi pada bibir dan dagu, hematoma, dan ulserasi gusi. Fraktur Kelas IX Ellis tercatat pada gigi 51, 61, 62 dengan intrusi parah (derajat III), mobilitas ringan, dan fusi 61-62. Pencitraan panoramik menunjukkan agenesis pada gigi 22. Setelah satu minggu observasi untuk re-erupsi spontan, ekstraksi gigi 51, 61, dan 62 dilakukan karena risiko terhadap gigi permanen pengganti. Anestesi diberikan menggunakan teknik P-ASA (palatal-alveolar superior anterior) dengan SleeperOne5 (CCLAD), meningkatkan kenyamanan dan mengurangi ketakutan pasien. Pemantauan selama 12 bulan tidak menunjukkan komplikasi. Disimpulkan bahwa SleeperOne5 sebagai CCLAD dengan pendekatan anestesi P-ASA merupakan alternatif yang berguna untuk mengelola gigi susu anterior yang intrusi secara multipel.