Falahunnisa, Nadya Silfa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS SEDATIF DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L.) PADA MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS L.) GALUR SWISS WEBSTER Falahunnisa, Nadya Silfa; Riyanto, Riyanto; Tibrani, Masagus Mhd.
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Srikaya (Annona squamosa L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan triterpenoid yang diduga mampu memberikan efek sedatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap aktivitas sedatif pada mencit galur sw1iss webster serta untuk menentukan konsentrasi dosis efektif ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) dalam memberikan efek sedatif pada mencit galur swiss webster. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 perlakuan. Kelompok I diberi tween 80 sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 9,38 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 18,75 mg/kg BB, kelompok IV diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 37,5 mg/kg BB, dan kelompok V diberi asam obat melatonin sebanyak 0,00000364 mg/1 ml/20 gr BB. Pemberian perlakuan secara oral, kemudian setelah 30 menit mencit diujikan menggunakan metode uji rotarod dengan menilai lamanya waktu bertahan mencit diatas batang rotarod. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun srikaya memiliki efek sedatif yang signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun srikaya pada dosis 18,75 mg/kg BB memberikan efek sedatif paling tinggi dengan hasil yang mendekati kelompok kontrol positif. Waktu paling efektif pengamatan efek sedatif terjadi pada menit ke-30. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan ajar pada pembelajaran Biologi SMA fase F kelas XI pada materi sistem saraf.