Kenaikan harga pakan komersial menjadi kendala utama dalam kegiatan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan biaya produksi adalah pemanfaatan bahan baku lokal sebagai sumber pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) terfermentasi dan tepung bekicot (Achatina fulica) dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: A (40% tepung lamtoro terfermentasi + 10% tepung bekicot), B (30% tepung lamtoro terfermentasi + 20% tepung bekicot), C (20% tepung lamtoro terfermentasi + 30% tepung bekicot), dan D (100% pakan pelet komersial). Ikan nila berukuran 4–6 cm dipelihara selama 60 hari dengan feeding rate 3% bobot biomassa per hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi pakan (FCR), dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tepung daun lamtoro terfermentasi dan tepung bekicot dalam pakan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan kelangsungan hidup ikan nila. Perlakuan C memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak sebesar 8,98 g, SGR 2,31%/hari, dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 80%. Dengan demikian, kombinasi tepung daun lamtoro terfermentasi dan tepung bekicot berpotensi digunakan sebagai pakan alternatif untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila.Kata kunci: daun lamtoro terfermentasi, tepung bekicot, pakan alternatif, pertumbuhan, ikan nila