Perbedaan tingkat ketelitian alat ukur dalam survei dan pemetaan dapat memengaruhi ketepatan dalam penentuan batas lahan, perhitungan luas, serta perhitungan volume galian dan timbunan pada pekerjaan teknik sipil. Oleh karena itu, diperlukan kajian perbandingan akurasi antara GNSS Geodetik dan Total Station guna mengetahui tingkat ketelitian masing-masing alat ukur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketelitian GNSS Geodetik dan Total Station serta membandingkan perbedaan hasil perhitungan luas lahan dan volume galian–timbunan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai RMSE Titik kontrol GNSS Geodetik sebesar 0,145 m, sedangkan Total Station sebesar 0,027 m, yang menunjukkan bahwa Total Station memiliki ketelitian lebih tinggi. Perhitungan luas lahan menghasilkan nilai 28.877,521 m² menggunakan GNSS Geodetik dan 28.875,851 m² menggunakan Total Station, dengan selisih sebesar 1,670 m². Selanjutnya, hasil perhitungan volume menunjukkan bahwa GNSS Geodetik menghasilkan volume galian sebesar 44.537,18 m³ dan volume timbunan sebesar 14.932,65 m³, sedangkan Total Station menghasilkan volume galian sebesar 45.620,65 m³ dan volume timbunan sebesar 12.781,72 m³. Kata kunci: GNSS Geodetik, total station, cut and fill