Deteksi dini merupakan langkah krusial dalam mengoptimalkan tumbuh kembang Anak Berkebutuhan Khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan pendidik dan orang tua sebagai garda terdepan dalam mengidentifikasi hambatan perkembangan anak di lingkungan sekolah dan keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman mengenai indikator perkembangan spesifik sering kali menyebabkan keterlambatan penanganan (late diagnosis). Pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan identifikasi gejala penyimpangan fisik, kognitif, serta emosional, dan penguatan sinergi komunikasi antara guru dan orang tua. Dengan pembekalan instrumen deteksi dini yang sederhana namun sistematis, pendidik dan orang tua dapat lebih responsif dalam melakukan rujukan ke tenaga profesional. Simpulan pengabdian ini menegaskan bahwa kolaborasi yang terintegrasi antara lingkungan pendidikan dan domestik tidak hanya mempercepat proses intervensi, tetapi juga menciptakan ekosistem pendukung yang inklusif bagi keberlangsungan masa depan Anak Berkebutuhan Khusus.