Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA HUBUNG SINGKAT PADA PLTMG AMBON PEAKER 30 MW Aryo Nugroho, Teguh; Hamles Latupeirissa; Arnold Kastanya
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Elko
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/q5war159

Abstract

With the increasing demand for electricity in Indonesia, both industrial and household, a reliable electrical system is required. One of the electrical system faults, such as a short-circuit fault in a generator, can disrupt electricity delivery and cause damage to equipment. This research concentrates on analyzing short circuit faults in the Ambon Peaker Gas Oil Power Plant (PLTMG), which has four generator units with a capacity of 30 MW. The main objective of this study is to determine how much short-circuit fault current occurs during three-phase, phase-phase, and phase-ground faults, as well as the components that affect these currents. Data collection on power system characteristics and the use of ETAP (Electrical Transient Analysis Program) software were used. The results showed that there was a short-circuit current fault at bus 1 of the Ambon MHP with a three-phase fault of 14.727 kA, a ground-phase fault of 15.998 kA, and a phase-phase fault of 12.926 kA. With these results, this study provides recommendations for the selection of appropriate protection equipment to minimize losses due to disturbances in the power system at the Ambon Peaker MHP.   Keyword : Short circuit fault, PLTMG, ETAP
OPTIMALISASI GROUNDING SYSTEM PADA TANGKI TIMBUN 13 DI IT WAYAME AMBON Bella Aurellia Muthia Kanza Sillia; Lory Marcus Parera; Arnold Kastanya
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Elko
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/b8xxrm53

Abstract

Grounding system merupakan sistem proteksi yang melindungi suatu peralatan dan instalasi dari bahaya sambaran petir maupun arus listrik statis yang kemudian disalurkan ke dalam tanah. Pada kondisi awal, hal penting yang perlu dilakukan yaitu pengenalan terhadap data inspeksi grounding system yang merangkum tentang instalasi dan sistem grounding pada IT Wayame agar kita dapat mengetahui tentang instalasi dan sistem grounding yang ada di IT Wayame untuk selanjutnya dilakukan analisis dan evaluasi yang mengacu pada standar PUIL 2000 apabila hasil nilai tahanan pada grounding sistem di IT Wayame tidak sesuai dengan standar PUIL 2000 maka perlu dilakukan optimalisasi pada sistem grounding tersebut. Pada hasil pengukuran tahanan pentanahan dii IT Wayame tahun 2023 terdapat 1 titik pentanahan di tangki timbun 13 yang memiliki nilai hasil pengukuran melebihi NAB atau tidak memenuhi standar PUIL 2000. Hal yang dilakukan dalam upaya optimalisasi yaitu dengan menggunakan konigurasi elektroda batang double straight dan triple straight yang nantinya akan menjadi perbandingan untuk digunakan oleh IT Wayame guna optimalisasi pada tangki timbun 13. Pada penelitian ini hasil dari pengukuran menggunakan konfigurasi double straight mendapatkan hasil 1,8 ? sementara untuk konfigurasi triple straight mendapatkan hasil 0,75 ?. Dari hasil pengukuran tersebut konfigurasi triple straight memiliki presentasi penurunan sebesar 89,30% ini  lebih baik dari konfigurasi double straight yang hanya memiliki hasil penurunan sebesar 74,32%. Kata kunci:Grounding System, Konfigurasi Elektroda, Double Straight, Triple Straight.