Grounding system merupakan sistem proteksi yang melindungi suatu peralatan dan instalasi dari bahaya sambaran petir maupun arus listrik statis yang kemudian disalurkan ke dalam tanah. Pada kondisi awal, hal penting yang perlu dilakukan yaitu pengenalan terhadap data inspeksi grounding system yang merangkum tentang instalasi dan sistem grounding pada IT Wayame agar kita dapat mengetahui tentang instalasi dan sistem grounding yang ada di IT Wayame untuk selanjutnya dilakukan analisis dan evaluasi yang mengacu pada standar PUIL 2000 apabila hasil nilai tahanan pada grounding sistem di IT Wayame tidak sesuai dengan standar PUIL 2000 maka perlu dilakukan optimalisasi pada sistem grounding tersebut. Pada hasil pengukuran tahanan pentanahan dii IT Wayame tahun 2023 terdapat 1 titik pentanahan di tangki timbun 13 yang memiliki nilai hasil pengukuran melebihi NAB atau tidak memenuhi standar PUIL 2000. Hal yang dilakukan dalam upaya optimalisasi yaitu dengan menggunakan konigurasi elektroda batang double straight dan triple straight yang nantinya akan menjadi perbandingan untuk digunakan oleh IT Wayame guna optimalisasi pada tangki timbun 13. Pada penelitian ini hasil dari pengukuran menggunakan konfigurasi double straight mendapatkan hasil 1,8 ? sementara untuk konfigurasi triple straight mendapatkan hasil 0,75 ?. Dari hasil pengukuran tersebut konfigurasi triple straight memiliki presentasi penurunan sebesar 89,30% iniĀ lebih baik dari konfigurasi double straight yang hanya memiliki hasil penurunan sebesar 74,32%. Kata kunci:Grounding System, Konfigurasi Elektroda, Double Straight, Triple Straight.