Halimatussadiah, Tsalisah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Produktivitas Tanaman Labu Kuning Varietas Hibrida Kuning dan Zucchini yang Diberikan Kombinasi Pemupukan Pupuk Organik Hayati dan Pupuk Anorganik: Productivity of Yellow Pumpkin Hybrid and Zucchini Varieties Under Combined Application of Solid Bio-Organic Fertilizer and Inorganic Fertilizer Amalia, Istia Siti; Giffari, Fahri Rijal; Septianugraha, Reza; Halimatussadiah, Tsalisah; Mastur, Adhi Irianto; Rohimat, Nanang
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8143

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) dan zucchini (Cucurbita pepo) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produktivitas tanaman labu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hara yang optimal dan berkelanjutan. Kombinasi pupuk organik hayati dan pupuk anorganik berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus memperbaiki kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi pupuk organik hayati padat Bio Soltamax dan pupuk anorganik terhadap produktivitas labu kuning varietas hibrida dan zucchini. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan analisis komparatif dengan perlakuan kelompok kontrol, yaitu pemupukan kimia tunggal 100% (Urea, SP-36, dan KCl) dan kelompok perlakuan kombinasi, yaitu pupuk organik padat Bio Soltamax dengan pengurangan pupuk anorganik hingga 50%. Pengamatan dilakukan terhadap bobot hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi pupuk organik padat Bio Soltamax dengan pupuk anorganik mampu meningkatkan produktivitas labu kuning hibrida dan zucchini dibandingkan dengan 100% pupuk anorganik. Peningkatan bobot buah menunjukkan peran konsorsium mikroba dalam meningkatkan efisiensi serapan hara serta mendukung pertumbuhan dan pengisian buah. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam pupuk organik padat mampu memperbaiki sifat fisik dan biologis tanah sehingga meningkatkan ketersediaan dan serapan hara. Integrasi antara pupuk organik hayati padat Bio Soltamax dan pupuk anorganik mampu meningkatkan hasil tanaman sekaligus mengefisienkan penggunaan pupuk kimia, sehingga berpotensi menjadi strategi pemupukan yang efektif dan berkelanjutan pada budidaya labu kuning. Yellow pumpkin (Cucurbita moschata) and zucchini (Cucurbita pepo) are horticultural commodities with high economic value. Pumpkin productivity is strongly influenced by optimal and sustainable nutrient availability. The combination of bio-organic and inorganic fertilizers has the potential to improve fertilization efficiency while enhancing soil fertility. This study aimed to analyze the effect of combining solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax and inorganic fertilizers on the productivity of hybrid yellow pumpkin and zucchini. The research employed an experimental method with comparative analysis using a control treatment consisting of 100% chemical fertilization (Urea, SP-36, and KCl) and a combination treatment of solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax with a reduction of inorganic fertilizer by up to 50%. Observations were focused on yield weight. The results showed that the application of solid bio-organic Bio Soltamax combined with inorganic fertilizers increased the productivity of hybrid yellow pumpkin and zucchini compared with 100% inorganic fertilization. The increase in fruit weight indicates the role of microbial consortia in improving nutrient uptake efficiency and supporting plant growth and fruit filling. The high organic matter content in the solid bio-organic fertilizer improved the physical and biological properties of the soil, thereby enhancing nutrient availability and uptake. The integration of solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax with inorganic fertilizers increased crop yield while improving the efficiency of chemical fertilizer use, indicating its potential as an effective and sustainable fertilization strategy for pumpkin cultivation.