Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kinerja Pertumbuhan Larva Lalat Tentara Hitam Hermetia illucens Linnaeus (Diptera: Stratiomyidae) pada Substrat Kulit Ari Kedelai dan Kulit Pisang Permana, Agus Dana; Susanto, Agus; Giffari, Fahri Rijal
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.36188

Abstract

Lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) Hermetia illucens merupakan serangga biokonverter yang mampu mengubah berbagai jenis sampah organik menjadi biomassa larva yang dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai pakan ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil biomassa larva BSF yang ditanam pada limbah kulit ari kedelai dan kulit pisang. Percobaan terdiri dari enam perlakuan yang diuji yaitu fermentasi dan non-fermentasi dari tiga substrat yaitu kulit ari kedelai, kulit pisang, dan pakan ayam sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan setiap hari dengan parameter kinerja pertumbuhan yang terukur meliputi tingkat konsumsi substrat (D), indeks pengurangan limbah (WRI), efisiensi konversi pakan yang dicerna (ECD), waktu pengembangan dan durasi makan, tingkat kelangsungan hidup, prapupa biomassa, dan rasio jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai WRI pada sekam kedelai (difermentasi atau tidak) tidak berbeda nyata dengan pakan ayam (kontrol) (P>0,05). Larva BSF yang diberi makan kulit pisang memiliki nilai ECD tertinggi, yaitu 37,58%. Sedangkan larva yang diberi pakan ayam fermentasi menghasilkan bobot biomassa prapupa tertinggi, yaitu 32,6 mg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit ari kedelai memiliki pengaruh yang sama dengan pakan ayam terhadap kinerja pertumbuhan larva BSF.
Operational management analysis regarding optimization of making liquid smoke with cyclone distillation technology Haryadi, Dudi; Fathussalam, Muhammad; Giffari, Fahri Rijal; Ainun, Khairunissa; Yuwono, Indra
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243709

Abstract

This study focuses on evaluating the yield and characteristics of liquid smoke obtained from palm kernel shell, mesocarp fiber, and oil palm frond biomass. The objective of the research is to determine both the percentage yield of liquid smoke produced per gram of palm oil solid waste and characterize the compounds present in the liquid smoke. Solid samples of palm oil waste components (shells, fibers, and fronds) were prepared and subjected to pyrolysis using Distillation Cyclone technology. Liquid smoke produced was then analyzed to determine the concentration of phenolic compounds. The study found that the yield of liquid smoke varied among different palm oil solid waste components, with a higher yield observed from oil palm shell biomass compared to others. Furthermore, the liquid smoke from all three biomass sources exhibited significant concentrations of phenolic compounds, indicating its potential as a natural pesticide ingredient. This research highlights the potential of utilizing palm oil solid waste for value-added products such as liquid smoke, contributing to waste management and sustainable agricultural practices. The findings provide insights for further research and development of eco-friendly pest control solutions utilizing liquid smoke-derived compounds.
Effectiveness Of Liquid Smoke from Oil Palm Solid Waste Against Spodoptera frugiperda (lepidoptera: noctuidae) Ainun, Khairunissa; Giffari, Fahri Rijal; Widayani, Neneng Sri; Fathussalam, Muhammad; Haryadi, Dudi; Yuwono, Indra; Dono, Danar
CROPSAVER Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v6i2.51908

Abstract

Indonesia is one of the largest producers of palm oil commodities in the world. Massive palm oil production to meet high demand can pose risks in increasing waste production. The processing of solid palm oil waste into liquid smoke through pyrolysis is carried out as an effort to mitigate environmental damage caused by greenhouse gases. Components in liquid smoke can be utilized as natural insecticides. This research aims to determine the potential of liquid smoke from solid palm oil waste, namely fiber and frond, to control Spodoptera frugiperda. The testing method uses a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 11 treatments repeated three times. Liquid smoke application is done by dipping the feed, which is then given to S. frugiperda instar II. The results show that liquid smoke from fronds causes higher mortality in S. frugiperda compared to liquid smoke from fibers. At a concentration of 4%, liquid smoke from fronds and fibers caused S. frugiperda mortality of 63.33% and 40%, respectively. Liquid smoke application also suppressed feed consumption by 72.98% lower than the control and caused an extension of time from instar II-VI at the 4% application concentration. The use of liquid smoke from palm fronds and fibers can be used as an insecticide as one of the pest control techniques and a solution for utilizing palm oil waste.
Produktivitas Tanaman Labu Kuning Varietas Hibrida Kuning dan Zucchini yang Diberikan Kombinasi Pemupukan Pupuk Organik Hayati dan Pupuk Anorganik: Productivity of Yellow Pumpkin Hybrid and Zucchini Varieties Under Combined Application of Solid Bio-Organic Fertilizer and Inorganic Fertilizer Amalia, Istia Siti; Giffari, Fahri Rijal; Septianugraha, Reza; Halimatussadiah, Tsalisah; Mastur, Adhi Irianto; Rohimat, Nanang
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8143

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) dan zucchini (Cucurbita pepo) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produktivitas tanaman labu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hara yang optimal dan berkelanjutan. Kombinasi pupuk organik hayati dan pupuk anorganik berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus memperbaiki kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi pupuk organik hayati padat Bio Soltamax dan pupuk anorganik terhadap produktivitas labu kuning varietas hibrida dan zucchini. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan analisis komparatif dengan perlakuan kelompok kontrol, yaitu pemupukan kimia tunggal 100% (Urea, SP-36, dan KCl) dan kelompok perlakuan kombinasi, yaitu pupuk organik padat Bio Soltamax dengan pengurangan pupuk anorganik hingga 50%. Pengamatan dilakukan terhadap bobot hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi pupuk organik padat Bio Soltamax dengan pupuk anorganik mampu meningkatkan produktivitas labu kuning hibrida dan zucchini dibandingkan dengan 100% pupuk anorganik. Peningkatan bobot buah menunjukkan peran konsorsium mikroba dalam meningkatkan efisiensi serapan hara serta mendukung pertumbuhan dan pengisian buah. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam pupuk organik padat mampu memperbaiki sifat fisik dan biologis tanah sehingga meningkatkan ketersediaan dan serapan hara. Integrasi antara pupuk organik hayati padat Bio Soltamax dan pupuk anorganik mampu meningkatkan hasil tanaman sekaligus mengefisienkan penggunaan pupuk kimia, sehingga berpotensi menjadi strategi pemupukan yang efektif dan berkelanjutan pada budidaya labu kuning. Yellow pumpkin (Cucurbita moschata) and zucchini (Cucurbita pepo) are horticultural commodities with high economic value. Pumpkin productivity is strongly influenced by optimal and sustainable nutrient availability. The combination of bio-organic and inorganic fertilizers has the potential to improve fertilization efficiency while enhancing soil fertility. This study aimed to analyze the effect of combining solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax and inorganic fertilizers on the productivity of hybrid yellow pumpkin and zucchini. The research employed an experimental method with comparative analysis using a control treatment consisting of 100% chemical fertilization (Urea, SP-36, and KCl) and a combination treatment of solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax with a reduction of inorganic fertilizer by up to 50%. Observations were focused on yield weight. The results showed that the application of solid bio-organic Bio Soltamax combined with inorganic fertilizers increased the productivity of hybrid yellow pumpkin and zucchini compared with 100% inorganic fertilization. The increase in fruit weight indicates the role of microbial consortia in improving nutrient uptake efficiency and supporting plant growth and fruit filling. The high organic matter content in the solid bio-organic fertilizer improved the physical and biological properties of the soil, thereby enhancing nutrient availability and uptake. The integration of solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax with inorganic fertilizers increased crop yield while improving the efficiency of chemical fertilizer use, indicating its potential as an effective and sustainable fertilization strategy for pumpkin cultivation.
Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika Malabar (Coffea arabica) yang Diaplikasikan Pupuk Organik Hayati Padat di Gunung Malabar, Kabupaten Bandung: Growth Performance of Malabar Arabica Coffee (Coffea arabica) Seedlings Applied with Solid Bio-Organic Fertilizer in Malabar Mountain, Bandung Regency Dewi, Sheli Mustikasari; Amalia, Istia Siti; Ningtyas, Dewi Nurma Yanti; Septianugraha, Reza; Giffari, Fahri Rijal; Rohimat, Nanang
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8144

Abstract

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Keberhasilan produksi kopi jangka panjang sangat ditentukan oleh kualitas bibit pada fase pembibitan. Masalah utama dalam pembibitan kopi konvensional adalah ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Penggunaan pupuk organik hayati (POH) padat menawarkan pendekatan yang lebih holistik dalam manajemen nutrisi pembibitan. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis parameter pertumbuhan bibit kopi Arabika Malabar sebagai respon terhadap pemberian dosis POH padat yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2024 di area pembibitan (nursery) yang berlokasi di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Menggunakan metode eksperimental dengan analisis komparatif antara dua perlakuan, yaitu aplikasi 100% dosis rekomendasi pupuk kimia tunggal dan aplikasi Bio Soltamax + 50% dosis rekomendasi pupuk kimia. Hasil penelitian menunjukkan bibit yang diberi perlakuan Bio Soltamax + 50% pupuk kimia memiliki rata-rata tinggi sebesar 56,58 cm dan rata-rata jumlah daun sebanyak 31,89 helai. Hal ini membuktikan bahwa integrasi Bio Soltamax dengan pengurangan 50% dosis pupuk kimia merupakan perlakuan terbaik untuk memacu pertumbuhan bibit kopi Arabika Malabar, terbukti mampu meningkatkan tinggi bibit (56,58 cm) dan jumlah helai daun (128,7%) secara signifikan dibandingkan dengan perlakuan kimia konvensional. Arabica coffee is a type of traditional coffee with the best taste. The success of long-term coffee production is largely determined by the quality of the seedlings in the seedling phase. The main problem in conventional coffee nurseries is the reliance on excessive use of chemical fertilizers. The use of solid Bioorganic Fertilizers (POHs) offers a more holistic approach to nursery nutrient management. This study aims to analyze the growth parameters of Malabar Arabica coffee seedlings in response to the administration of different doses of solid POH. This research was carried out in a nursery area located in Tanjungsari District, Sumedang Regency, West Java. Using an experimental method with comparative analysis between two treatments, namely the application of 100% of the recommended dose of a single chemical fertilizer and the application of Bio Soltamax + 50% of the recommended dose of chemical fertilizer. The results showed that the seedlings treated with Bio Soltamax + 50% Chemical Fertilizer had an average height of 56.58 cm and an average number of leaves of 31.89 leaves. This proves that the integration of Bio Soltamax with a 50% reduction in the dose of chemical fertilizer is the best treatment to spur the growth of Malabar Arabica coffee seedlings, proven to be able to significantly increase the height of the seedlings (56.58 cm) and the number of leaf strands (128.7%) compared to conventional chemical treatments.
The Penggunaan Pupuk Organik Hayati Padat Pembenah Tanah Terhadap Hasil Panen Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) di Tanjungsari Kabupaten Sumedang: The Application of Solid Bio-Organic Fertilizer as a Soil Conditioner on the Yield of Basil (Ocimum basilicum L.) in Tanjungsari, Sumedang Regency Ningtyas, Dewi Nurma Yanti; Dewi, Sheli Mustikasari; Giffari, Fahri Rijal; Shidiq, Fauziah Zahra Ash; Mastur, Adhi Irianto
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8168

Abstract

Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sayuran segar yang banyak dikonsumsi. Di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, budidaya kemangi menghadapi hambatan berupa penurunan kualitas tanah dan rendahnya efisiensi pemupukan, sehingga hasil panen tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik hayati (POH) padat sebagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan bobot panen kemangi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan: kontrol (A), 100% POH (B), POH + 25% dosis rekomendasi anorganik (C), POH + 50% dosis rekomendasi anorganik (D), POH + 100% dosis rekomendasi anorganik (E), dan 100% pupuk anorganik (F),masing-masing diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan bobot panen. Hasil menunjukkan kombinasi POH dengan 50% pupuk anorganik memberikan pertumbuhan optimal (tinggi 30,41 cm; bobot 27,32 g), lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol. Efektivitas ini terkait kontribusi mikroorganisme POH dalam meningkatkan ketersediaan hara, fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, stimulasi fitohormon, serta perbaikan struktur tanah. Studi menyimpulkan penggunaan POH padat dengan 50% pupuk anorganik dapat meningkatkan hasil kemangi, efisiensi pemupukan, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Basil (Ocimum basilicum L.) is an economically valuable crop widely consumed as a fresh vegetable. In Tanjungsari, Sumedang Regency, basil cultivation faces challenges including declining soil quality and low fertilizer use efficiency, resulting in suboptimal yields. This study aimed to evaluate the effect of solid Bio-Organic Fertilizer (BOF) as a soil conditioner on the growth and yield of basil. The experiment was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments: control (A), 100% BOF (B), BOF + 25% recommended inorganic fertilizer (C), BOF + 50% recommended inorganic fertilizer (D), BOF + 75% recommended inorganic fertilizer (E), and 100% inorganic fertilizer (F), each replicated four times. Observed parameters included plant height and fresh weight. Results indicated that the combination of BOF with 50% inorganic fertilizer produced the highest growth and yield (30.41 cm height; 27.32 g fresh weight), outperforming other treatments and the control. This effectiveness is attributed to the contribution of BOF microorganisms in enhancing nutrient availability, nitrogen fixation, phosphate solubilization, phytohormone stimulation, and soil structure improvement. The study concludes that applying solid BOF with 50% inorganic fertilizer can increase basil yield, improve fertilizer use efficiency, and support sustainable agriculture.