This Author published in this journals
All Journal jabdimasunipem
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI PENINGKATAN NILAI EKONOMI MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI DI MIS DARUS SALAM KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER Afara, Afida Nur; Rofi'i, Ahmad; Farzanggi, Faza Dildari; Izza, Istna Ismatul; Asom, Khotimul; Pitasari, Mely Agustin Reni; Crismono, Prima
Jurnal Abdimas Universitas Insan Pembangunan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Insan Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/jabdimasunipem.v4i1.167

Abstract

Inisiatif pengabdian masyarakat yang bertajuk Sosialisasi Peningkatan Nilai Ekonomi Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di MIS Darus Salam, Jember, dieksekusi dengan dua sasaran utama : mengedukasi peserta didik mengenai tata kelola limbah yang bertanggung jawab dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan di tingkat dasar. Persoalan mendasar adalah minyak jelantah merupakan limbah domestik yang pembuangannya sering tidak terkelola, padahal limbah ini berpotensi besar merusak struktur tanah dan mengganggu ekosistem perairan, khususnya biota akuatik, akibat lapisan minyak yang menghalangi transfer oksigen. Lebih serius lagi, penggunaan ulang minyak bekas dapat memicu masalah kesehatan, termasuk risiko kanker dan gangguan kardiovaskular. Untuk merespons isu ini, diterapkan metode pelaksanaan berupa kombinasi sosialisasi dan praktik langsung (praktikum) kepada siswa Kelas IV A. Pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif ini terbukti sangat efektif dalam menumbuhkan minat dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Secara keseluruhan, program ini berhasil mentransformasi limbah menjadi produk bernilai jual (lilin aromaterapi), sekaligus menanamkan kompetensi esensial secara simultan: kesadaran ekologis, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta semangat wirausaha. Keberhasilan ini memperkuat pandangan bahwa manajemen limbah yang efektif memerlukan kolaborasi terstruktur agar ancaman lingkungan dapat diubah menjadi peluang dalam ekonomi sirkular yang berkelanjutan.