Keluarga saat ini menghadapi krisis fungsi edukatif akibat dominasi modernitas dan teknologi, yang berimplikasi pada munculnya krisis moral dan degradasi karakter di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menelaah secara filosofis peran tak tergantikan keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dalam perspektif Filsafat Pendidikan Islam (FPI), serta implikasinya terhadap pembentukan manusia yang bermoral, rasional, dan berkarakter. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder FPI, melibatkan pandangan dari filsuf klasik seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali, hingga tokoh kontemporer seperti Al-Attas dan Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam FPI bersifat aksio-ontologis. Secara ontologis, keluarga adalah lokus fundamental tempat fitrah anak dijaga dan diarahkan, menjadikan pendidikan sebagai bagian integral dari tatanan tauhid. Secara aksiologis, keluarga adalah arena utama penanaman akhlak karimah melalui ta’dib dan keteladanan (uswah), yang bertujuan membentuk insan kamil dan mencapai sa‘adah (kebahagiaan hakiki). Kesimpulan singkatnya, penguatan peran keluarga merupakan solusi teologis dan pedagogis untuk melawan arus sekularisasi nilai, memastikan Pendidikan Karakter memiliki fondasi spiritual yang kokoh, dan menjamin keberlanjutan peradaban yang beradab.