p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fenomena
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON-TUNAI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Imania Nurjanah; Steelyana Indriasari; Meisayu Lisa Hertina
Fenomena Vol. 4 No. 02 (2024): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/c02pw428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul yang berkaitan dengan proses pelaksanaan pada tahap persiapan, penyaluran, dan implementasi. Adapun teori yang digunakan dalam pengukuran keberhasilan implementasi kebijakan program adalah Teori Implementasi Kebijakan George C. Edward III yang terdiri dari empat variabel yaitu, komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui kajian kepustakaan (literature research) dengan sumber data sekunder yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, artikel, dokumen terkait, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kabupaten Gunungkidul masih terdapat masalah terhadap pelaksanaan pada tahap persiapan yaitu, mengenai pendataan masyarakat penerima BPNT yang dinilai tidak akurat dan kurang up to date. Namun, secara keseluruhan pelaksanaan kebijakan program BPNT di Kabupaten Gunungkidul sudah dapat terimplementasi dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan Program BPNT dapat dilihat dari implementasi kebijakan dalam aspek komunikasi yang dilakukan dengan cara menyalurkan informasi tentang isi program BPNT melalui sosialisasi secara konsisten, aspek sumber daya melibatkan kerjasama seluruh pihak terkait dalam upaya pengimplementasian kebijakan, aspek disposisi dibuktikan dengan sikap implementor yang responsif, jujur, dan bertanggungjawab terhadap komitmen, aspek struktur birokrasi yang memadai dilakukan dengan koordinasi dan kerjasama antara pihak terkait dalam menjalankan fungsi dan tanggungjawab birokrasi. Keempat aspek tersebut harus selalu dilakukan penyempurnaan oleh pihak-pihak terkait agar kebijakan program dapat terimplementasi dengan baik dan tujuan program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
Evaluasi Kebijakan Program Bantuan Pangan Non-Tunai Melalui Goal Oriented Evaluation Model di Desa Ngerangan Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Novi Sabila Rosyidah; Imania Nurjanah; Tri Mardiana; Heru Maryanto
Fenomena Vol. 4 No. 02 (2024): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/3qn9y669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kebijakan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Adapun model evaluasi yang digunakan adalah Goal Oriented Evaluation Model oleh Tyler dengan empat indikator pengukuran keberhasilan program, yaitu tujuan, hasil, keterlibatan stakeholder, dan konteks program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kajian kepustakaan dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Desa Ngerangan sudah dilaksanakan dengan baik meskipun masih terdapat beberapa kendala berdasarkan indikator keberhasilan program. Indikator tujuan menunjukkan bahwa output dari program BPNT di Desa Ngerangan ini sesuai dengan peraturan pemerintah yaitu Rp.200.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya diwujudkan dalam bentuk beras, telur, minyak, daging ayam, dan buah, meskipun pencairan dana sering terlambat. Indikator keterlibatan stakeholder terlihat dari partisipasi aktif, koordinasi, dan komitmen stakeholder yang bekerjasama sesuai mekanisme yang berlaku. Pelaksanaan program BPNT memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dasar dan peningkatan taraf hidup masyarakat miskin. Kendala seperti keterlambatan pencairan dana dan kecemburuan sosial dikarenakan data penerima yang kurang valid. Untuk itu, perlu dilakukan validasi data penerima BPNT secara berkala dan survei terhadap KPM untuk memastikan data yang akurat, sehingga program BPNT di Desa Ngerangan dapat berjalan secara optimal.