p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fenomena
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Fenomena

EVALUASI PEMBANGUNAN ULANG KANTOR KECAMATAN TULUNG Intan Widya Cahyani; Tri Mardiana; Abdul Yani Setiawan
Fenomena Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/23070086

Abstract

Kantor kecamatan adalah bangunan yang dimaksudkan untuk memberikan layanan publik. Karena persepsi masyarakat terhadap pemerintah dipengaruhi oleh pelayanan publik yang buruk, pembangunan ulang infrastruktur dan fasilitas sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik hal ini berpedoman dengan Undang-Undang No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Kantor Kecamatan Tulung, yang merupakan salah satu ujung tombak pelayanan publik di tingkat kecamatan, harus mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan warga dengan cepat. Kondisi fisik bangunan yang memadai dan tata ruang yang baik akan membantu menciptakan tempat kerja yang nyaman dan ramah masyarakat. Tujuan penelitian ini mengevaluasi pembangunan yang dilakukan pemerintah sebagai penyedia pelayanan publik dan mengetahui apa yang menyebabkan kesuksesan dan kegagalan pembangunan ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengumpulkan data dari wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, selain menurunkan biaya secara signifikan, pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Tulung berhasil meningkatkan sarana, prasarana, dan kualitas pelayanan publik. Namun, pembangunan masih lamban. Namun, pembangunan yang dilakukan berpedoman Undang-Undang No. 28 tahun 2002 akan membuat lingkungan Kecamatan Tulung lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi pembangunan tidak berhasil. Untuk proyek masa depan pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Tulung, disarankan untuk menyesuaikan tujuan dengan kebutuhan sarana dan prasarana, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga efisiensi biaya, memperbaiki manajemen proyek untuk mencegah keterlambatan, mempertahankan ketepatan sasaran, dan terus mengoptimalkan pelaksanaan untuk memastikan inklusivitas, daya saing, dan keberlanjutan.
EVALUASI MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK MELALUI APLIKASI SAKURA DI DUKCAPIL KABUPATEN KLATEN Intan Widya Cahyani; Meisayu Lisa Hertina; Agus Hardaya
Fenomena Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/51fnrx74

Abstract

Pemerintah bertanggung jawab menyediakan layanan administrasi kependudukan yang transparan, cepat, dan efisien, namun tantangan seperti birokrasi lambat dan keterbatasan infrastruktur masih terjadi. Aplikasi SAKURA, inovasi berbasis teknologi informasi di Kabupaten Klaten, dirancang untuk meningkatkan layanan administrasi dengan mempermudah pengurusan dokumen secara daring dan mengurangi interaksi fisik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aplikasi SAKURA, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode kualitatif digunakan dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan penelitian adalah pihak terkait dari PDIP Dukcapil Kabupaten Klaten. Hasil menunjukkan bahwa Penerapan aplikasi SAKURA di Dukcapil Kabupaten Klaten berhasil meningkatkan pelayanan publik melalui aspek teknologi, organisasi, dan lingkungan. Teknologi yang tersedia mendukung pengurusan dokumen daring, meski beberapa layanan masih memerlukan proses fisik. Kebijakan dan pelatihan organisasi meningkatkan efisiensi dan transparansi, namun perlu pengembangan cakupan layanan dan pemerataan kualitas pelatihan. Infrastruktur, akses internet, dan literasi digital masyarakat mendukung implementasi aplikasi ini, meskipun tantangan akses di wilayah terpencil masih ada. Aplikasi SAKURA menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan, dengan saran perbaikan mencakup integrasi layanan fisik, peningkatan pelatihan, dan penguatan infrastruktur.