Faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan tanaman kedelai adalah tersedianya benih bermutu. Penggunaan benih yang berkualitas rendah (telah mengalami penurunan mutu) menyebabkan rendahnya produktivitas kedelai dan dapat menurunkan vigor benih, sehingga diperlukan teknik invigorasi benih. Satu diantara metode invigorasi yang terbukti dapat meningkatkan perkecambahan benih adalah matriconditioning. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk matriconditioning seperti serbuk gergaji, vermikulit, dan batu bata merah yang sudah dihaluskan, arang sekam, abu gosok, serbuk jerami padi, pasir halus, abu sekam, pasir kuarsa, dan zeolite. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai dengan menggunakan beragam perlakuan matriconditioning seperti batu bata merah, serbuk gergaji, dan vermikulit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Penelitian dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 31 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap ulangan memiliki 2 sampel dan masing- masing sampel terdiri dari 25 benih, jadi total keseluruhannya terdapat 200 benih. Satu sampel untuk mengukur indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan daya berkecambah sedangkan satu sampel lainnya untuk mengukur kecepatan tumbuh, panjang plumula, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media matriconditioning yang menggunakan vermikulit lebih baik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai yang dapat dilihat dari nilai tertinggi terhadap variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, panjang radikula, dan berat kering kecambah normal.