Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Latihan core stability sebagai intervensi menurunkan nyeri pada pasien non-specific low back pain Ulfa Diya Atiqa; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Isfawati Mahmud
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4684

Abstract

Non-Specific Low Back Pain (NSLBP) adalah gangguan pada sistem muskuloskeletal yang sering dialami secara global dan menjadi salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan aktivitas otot inti terutama otot transversus abdominis dan multifidus, yang berperan dalam menjaga stabilitas tulang belakang. Disfungsi pada otot-otot tersebut dapat memicu instabilitas segmen vertebra serta terjadinya nyeri kronis. Core Stability Exercise (CSE) kemudian dikembangkan sebagai pendekatan konservatif yang bertujuan meningkatkan kontrol neuromuskular serta mengurangi intensitas nyeri pada penderi NSLBP. Tinjauan sistematis bertujuan menganalisis efektivitas CSE dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dewasa dengan NSLBP menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Scopus, PEDro, dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2016–2026. Kriteria inklusi mencakup uji klinis acak (RCT) yang menilai efek CSE terhadap skor VAS pada pasien NSLBP. Sebanyak sebelas studi memenuhi kriteria. CSE secara signifikan menurunkan skor VAS sebesar 2–5 poin dan meningkatkan stabilitas lumbopelvik, propriosepsi, serta fungsi tubuh dibandingkan latihan konvensional. CSE merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan berbasis bukti untuk mengurangi nyeri serta meningkatkan fungsi neuromuskular pada NSLBP. Latihan teratur selama 4–12 minggu, 3–5 kali per minggu, direkomendasikan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk standarisasi protokol dan evaluasi efek jangka panjang.
The Association Between Body Mass Index (BMI) and Age of Menarche in Adolescents Ulfa Diya Atiqa; Andi Hardianti; Nurul Muchlisa
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1632

Abstract

Adolescence is a critical transitional period characterized by rapid physical and reproductive maturation. One of the primary indicators of female pubertal development is menarche, the first menstrual period, which reflects the functional maturation of the reproductive system. In recent decades, the age at menarche has shown a declining trend globally, potentially influenced by changes in lifestyle and nutritional status. Body Mass Index (BMI) is commonly used to assess nutritional status and has been identified as an important determinant of pubertal timing. This study aimed to systematically analyze the relationship between BMI and age at menarche through a systematic review approach. A literature search was conducted in two databases, Google Scholar and PubMed, identifying a total of 2,198 articles published between 2020 and 2024, selected using PRISMA guidelines. After screening and eligibility assessment, 11 articles met the inclusion criteria and were included in the final analysis. The findings consistently demonstrate a statistically significant association between higher BMI and earlier menarche (p<0.05). Early menarche is associated with long-term health risk, including cardiovascular disease, metabolic disorders, and certain cancers. BMI plays a significant role in determining the timing of menarche. Maintaining optimal nutritional status during adolescence is essential to support balanced reproductive development and long-term health outcomes.
Edukasi Gizi Seimbang Dengan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Keluarga Sakinah Amir; Ulfa Diya Atiqa; Anwar Lubis; Syamsuriah Syamsuriah; Rissa Megavitry
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.633

Abstract

Pemenuhan gizi keluarga dapat tercapai melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayur, buah dan obat herbal sehingga terwujud masyarakat sehat serta peningkatan pangan bergizi di tingkat keluarga. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan konseling gizi. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan diperoleh bahwa sebagian besar masyarakat yang hadir berada pada rentan usia 40-60 tahun (73,91%). Berdasarkan pemeriksaan tekanan darah diperoleh bahwa sebanyak 16 orang (69,56 %) tergolong kategori hipertensi. Berdasarkan perhitungan IMT diperoleh hasil bahwa sebanyak 12 orang (52,17%) tergolong katergori status gizi normal. Dan diakhir kegiatan dilakukan konseling gizi untuk memberikan edukasi lebih terperinci mengenai keadaan kesehatan masyarakat secara umum dan diharapkan masyarakat yang hadir dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat mengaplikasikan informasi yang di peroleh dari kegiatan ini sehingga dapat membantu masyarakat dalam perbaikan status gizi secara khusus dan status kesehatan keluarga secara umum.
Siaga Bencana: Edukasi Pertolongan Pertama Pada Siswa Smp Cokroaminoto Makassar Andi Hardianti; Asti Hardianti Azis; Muhammad Fandi Ahmad; Ulfa Diya Atiqa; Ismi Irfiyanti Fachruddin
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 1 Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i02.63

Abstract

ABSTRACT Occupational health and safety (OHS) is a crucial issue in various environments, including schools. One important component of OHS is preparedness in handling accidents. This activity aims to provide basic knowledge about first aid in the school environment, specifically for students of SMP Cokroaminoto Makassar. The activity began with a pre-test to assess the students' initial understanding of first aid. Next, an interactive outreach session was conducted to provide information about various first aid techniques. The activity concluded with a post-test to evaluate the improvement in students' knowledge after participating in the activity. The results showed that the first aid education successfully enhanced the participants' knowledge and skills in handling various types of accident-related injuries. This was evident from the participants' ability to answer questions posed by the community service team. Kata Kunci: Alert, Disaster, First Aid. ABSTRAK Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang sangat krusial di berbagai lingkungan, termasuk di sekolah. Salah satu komponen penting dalam K3 adalah kesiapan dalam menghadapi kecelakaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di lingkungan sekolah, khususnya bagi siswa SMP Cokroaminoto Makassar. Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk menilai pemahaman awal siswa terkait pertolongan pertama. Kemudian, dilakukan penyuluhan secara interaktif untuk memberikan informasi mengenai berbagai teknik pertolongan pertama. Kegiatan ini diakhiri dengan post-test guna menilai peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut. Hasilnya, edukasi mengenai pertolongan pertama telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menangani berbagai jenis cedera akibat kecelakaan. Hal ini terbukti melalui kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat. Kata Kunci: Siaga, Bencana, Pertolongan pertama.