Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Responsive Governance pada Era Digital: Analisis Aduan Warga di Twitter Pemerintah Jawa Tengah Anton Purwadi; Sheila Andriani Kumala; Luky Fitriani
Journal of Public Administration and Local Governance Vol. 9 No. 1 (2025): Strengthening Local Governance: Innovation, Participation, and Accountability
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v9i1.2652

Abstract

Berbagai studi empiris menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan responsivitas administrasi publik, yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan Good Governance. Di Indonesia, penelitian tentang penggunaan media sosial di sektor publik sebagian besar berfokus pada platform seperti Facebook. Namun, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Twitter dalam meningkatkan responsivitas Pemerintah Jawa Tengah, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam proses tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa Twitter memainkan peran penting dalam meningkatkan responsivitas Pemerintah Jawa Tengah. Karakteristik Twitter yang praktis dan realtime memungkinkan pemerintah merespons aduan masyarakat dengan cepat. Akun Twitter Gubernur Jawa Tengah, @ganjarpranowo, menjadi saluran utama bagi warga untuk menyampaikan keluhan mereka. Gubernur berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pejabat publik, sehingga aduan dapat dikelola dengan lebih baik. Namun, masih terdapat warga yang belum sepenuhnya memahami tata cara penyampaian aduan yang benar. Akibatnya, aduan yang di sampaikan tidak disertai dengan informasi yang lengkap, seperti detail lokasi dan atau deskripsi masalah yang jelas, sehingga menghambat penyelesaian aduan. Masih terdapat aduan yang belum selesai ditindak lanjuti karena pemerintah daerah harus tetap mematuhi prosedur koordinasi birokrasi yang ada, terutama jika terjadi koordinasi lintas sektor dan aktor. Sebagai upaya meningkatkan responsivitas, disarankan adanya penerapan sistem reward and punishment bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka selalu responsif dalam memanfaatkan Twitter sebagai media utama untuk menerima dan menyelesaikan aduan masyarakat.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN OASEA LABORATORIES: PENDEKATAN GREEN MARKETING OASEA LABORATORIES DI INSTAGRAM Luky Fitriani; Audrey Samantha; Keysa Neva Nabiha
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v9i1.3024

Abstract

Kesadaran terhadap isu lingkungan saat ini mempengaruhi tujuan pemasaran sebuah produk, termasuk sektor kecantikan. Oasea Laboratories merupakan salah satu jenama perawatan kulit yang mengusung konsep keberlanjutan melalui pesan kampanye yang menitikberatkan pada transparansi bahan baku, kemasan yang ramah lingkungan, praktek produksi yang bertanggung jawab hingga pada pelaksanaan strategi pemasaran yang ramah lingkungan. Penelitian ini ditujukan untuk mencermati bagaimana strategi pemasaran komunikasi yang dilakukan Oasea Laboratories sepanjang 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Oasea Laboratories telah menggunakan pendekatan strategi komunikasi pemasaran green marketing dengan 8P berupa green product, green price, place, green promotion, providing information, process, policies, dan people. Selain itu Oasea Laboratories juga memberikan bukti nyata (physical evidence) atas kontribusinya sebagai produk yang mendukung konsumsi berkelanjutan dan melibatkan brand ambassador yang peduli lingkungan pada aspek people. Kata kunci: green marketing, strategi komunikasi pemasaran, Oasea Laboratories