Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relasi Kuasa dalam Pemenuhan Hak Suara Disabilitas: Studi Literatur tentang Inklusivitas Pemilu Laili Halimah; Pristhalia Vernanda Gunawan; Jeki
Journal of Public Administration and Local Governance Vol. 9 No. 2 (2025): Transforming Public Governance for a Digital, Inclusive, and Sustainable Future
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v9i2.3007

Abstract

Secara normatif, hak politik disabilitas dalam pemilu sudah dijamin dan diatur dalam regulasi, namun implementasinya masih memiliki banyak hambatan. Hambatan secara kultural ditunjukan melalui stigma dan diskriminasi, sedangkan hambatan secara struktural ditunjukan melalui keterbatasan aksesibilitas dan dukungan petugas pemilu yang kurang kompeten. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk melihat sejauh mana peran relasi kuasa antara negara dengan penyandang disabilitas dalam membentuk strategi inklusivitas dalam pemenuhan hak suara disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, serta pengumpulan data pustaka, mencatat, dan mengelola bahan penelitian yang berkaitan dengan relasi kuasa dalam pemenuhan hak suara disabilitas. Melalui perspektif Foucault tentang kekuasaan, hasil penelitian ini menggarisbawahi bahwa dalam konteks pemilu negara tidak hanya berperan sebagai fasilitator melainkan juga berperan sebagai aktor dominan yang mengatur partisipasi politik bagi penyandang disabilitas. Hal ini menjadikan penyandang disabilitas kerap diposisikan sebagai objek yang perlu dilindungi dibandingkan sebagai subjek politik aktif yang berdaulat. Kendati demikian, upaya negosiasi kuasa tetap dilakukan oleh penyandang disabilitas melalui aktivisme, advokasi, dan keterlibatan dalam perencanaan pembangunan. Strategi inklusivitas pemilu yang ada saat ini masih mengarah pada aspek simbolik dan normatif, diperlukan transformasi untuk mencapai pemilu inklusif yang lebih setara, partisipatif, dan representatif.
Applying Green Social Work in Program Keluarga Harapan: Towards Sustainable Family Food Security Pristhalia Vernanda Gunawan; Gina Indah Permata Nastia
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): February 2026
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i1.20918

Abstract

The Green Social Work (GSW) approach is a social work approach that integrates environmental and social issues. This trend offers solutions to address the challenges of poverty and environmental crises simultaneously. PKH is one of the government's flagship programs in eradicating poverty, combined with increasing the capacity of PKH Beneficiary Families (KPM) through local economic empowerment, which has begun to promote the environmental concept as a solution to increase family food security. This study aims to analyze the implementation of the GSW approach in the practice of PKH assistance and its contribution to family food security in Dlanggu District, Mojokerto Regency. This study used a qualitative descriptive method. The results showed that the majority of assistance activities have focused on environmentally based activities such as utilizing gardens or empty yards to grow various types of vegetables, managing recycled waste to make compost, and family farming education. These activities encourage increased family food availability and awareness of the importance of environmental sustainability. However, the implementation of GSW in PKH assistance still faces several challenges, including limited capacity of PKH assistants, lack of participation of KPM PKH, and less than optimal awareness of KPM PKH regarding the utilization and management of local food resources. Therefore, strengthening the capacity of PKH assistants, cross-sector collaboration, and increasing the knowledge and skills of KPM PKH regarding family food security are key to the successful implementation of GSW in PKH assistance practices.