Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eksplorasi Pengalaman Belajar Peserta didik dalam Pembelajaran IPA Berbasis Media Digital Interaktif di SDN 23 Batara Kota Palopo Ummu Kalsum Amaliyah
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j3pqm835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pengalaman belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA berbasis media digital interaktif (Android, YouTube, dan Smart TV) di SDN 23 Batara Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian  kualitatif dengan desain fenomenologi yang berfokus pada pemaknaan pengalaman subjek selama proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menemukan esensi pengalaman belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media digital interaktif berperan sebagai stimulus efektif yang menciptakan pengalaman belajar menyenangkan, meningkatkan keterlibatan aktif, serta memperkuat motivasi dan minat belajar siswa pada materi IPA. Pemanfaatan media ini membantu peserta didik memvisualisasikan materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan kontekstual, meskipun peran guru tetap krusial sebagai pembimbing untuk mengoptimalkan pemahaman kognitif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA berbasis media digital interaktif memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi peserta didik sekolah dasar.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Interaktif untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Sekolah Dasar: Kajian Kualitatif Ummu Kalsum Amaliyah
Educational Journal Vol. 1 No. 3 (2026): FEBRUARI-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pjwey926

Abstract

Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang baru dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, terutama melalui kecerdasan buatan (AI) interaktif yang dapat memperkuat pemahaman konsep dan keterampilan praktikum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus untuk memahami pengalaman, motivasi, dan keterampilan belajar siswa kelas V dalam menggunakan AI interaktif. Subjek penelitian terdiri dari 45 siswa dari satu sekolah dasar di Kota Palopo. Data dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur, observasi partisipatif, dan kuesioner terbuka, kemudian dianalisis secara tematik‑reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI interaktif secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep IPA, motivasi belajar, dan keterampilan praktikum sederhana. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh literasi digital siswa, peran guru dalam membimbing penggunaan AI, dan pengaturan penggunaan teknologi di kelas. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi AI interaktif dalam pembelajaran IPA dengan pendampingan guru yang konsisten untuk memperkuat kompetensi akademik, motivasi belajar, dan keterampilan abad 21.
Integrasi Media Digital Interaktif dalam Pembelajaran Hewan dan Tumbuhan di Sekolah Dasar: Kajian Kualitatif Berbasis Literatur Ummu Kalsum Amaliyah
Kayee: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. Rumoh Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bngp4291

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan telah membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar, khususnya pada materi hewan dan tumbuhan. Materi ini menuntut pemahaman konseptual sekaligus kemampuan observasi yang sering kali sulit dicapai melalui pendekatan konvensional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis berbagai penelitian terkait integrasi media digital interaktif dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar melalui pendekatan kualitatif dengan desain kajian pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa media digital interaktif seperti animasi, simulasi, dan multimedia adaptif mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif, serta pemahaman konsep siswa apabila diintegrasikan dengan strategi pedagogis yang tepat. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh peran guru, kesiapan literasi digital, serta dukungan infrastruktur sekolah. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memperkuat argumentasi mengenai pentingnya integrasi media digital secara sistematis dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar
Konstruksi Perilaku Ilmiah Digital dan Keterampilan Proses Sains Siswa SD melalui Media Sosial Berbasis AI Ummu Kalsum Amaliyah; Nur Afni Yulistiawati
Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku ilmiah digital dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar dengan konten media sosial di era kecerdasan buatan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas IV SDN 2 Lasusua yang dipilih secara purposive berdasarkan intensitas penggunaan media sosial sebagai sumber belajar informal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ilmiah digital siswa terbentuk melalui tiga pola utama, yaitu observasi visual berbasis konten sains (alam, hewan, dan eksperimen), evaluasi epistemik awal terhadap validitas informasi yang dipengaruhi kesadaran terhadap konten manipulatif berbasis AI, serta eksperimentasi mandiri melalui replikasi video tutorial sains seperti roket botol, slime, dan rekayasa kerajinan sederhana. Selain itu, ditemukan adanya bentuk awal scientific skepticism yang ditandai dengan penolakan terhadap informasi yang dianggap tidak realistis serta penggunaan otoritas sosial (guru dan orang tua) sebagai mekanisme verifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pembelajaran IPA informal yang mendukung pengembangan keterampilan proses sains dan literasi sains digital siswa sekolah dasar