Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku ilmiah digital dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar dengan konten media sosial di era kecerdasan buatan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas IV SDN 2 Lasusua yang dipilih secara purposive berdasarkan intensitas penggunaan media sosial sebagai sumber belajar informal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ilmiah digital siswa terbentuk melalui tiga pola utama, yaitu observasi visual berbasis konten sains (alam, hewan, dan eksperimen), evaluasi epistemik awal terhadap validitas informasi yang dipengaruhi kesadaran terhadap konten manipulatif berbasis AI, serta eksperimentasi mandiri melalui replikasi video tutorial sains seperti roket botol, slime, dan rekayasa kerajinan sederhana. Selain itu, ditemukan adanya bentuk awal scientific skepticism yang ditandai dengan penolakan terhadap informasi yang dianggap tidak realistis serta penggunaan otoritas sosial (guru dan orang tua) sebagai mekanisme verifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pembelajaran IPA informal yang mendukung pengembangan keterampilan proses sains dan literasi sains digital siswa sekolah dasar
Copyrights © 2026