Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kultur Indonesia dalam Lagu Battaman oleh Idol Grup Choutokkyu (Kajian Semiotika) Rosalina Wahyu Riani; Umi Handayani; Ricky Darmawan
ICHIGO : Jurnal Bahasa, Sastra, Pendidikan, dan Budaya Jepang Vol. 1 No. 1 (2024): Juni : ICHIGO : Jurnal Bahasa, Sastra, Pendidikan, dan Budaya Jepang
Publisher : Prodi Sastra Jepang Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ichigo.v1i1.5

Abstract

Music is a branch of art that utilizes sound or sound carriers to convey the works it produces. Although it may appear limited to vibrations or sounds, in reality, the art of music is closely related to human thoughts and emotions. Music has an artistic nature, where the definition of artistic in music is a product of thought transmitted through elements of vibration in the form of frequencies processed by the nerves in the mind into different components. These elements include sound, tone, melody, and pitch.Music encompasses a wide variety of streams or genres, each with its unique characteristics and cultural significance. One notable genre is Dangdut, which is an adaptation of the Malay music stream that has developed rapidly in Indonesia over time. Dangdut has become a significant part of Indonesian culture, often characterized by its rhythmic and melodious elements that appeal to a broad audience. The genre integrates traditional musical instruments with modern sounds, creating a distinctive and captivating style.From a semiotic study perspective, music is rich with signs and symbols that can be analyzed and interpreted. Semiotics, the study of signs and symbols and their use or interpretation, allows us to understand how music can convey meanings and emotions beyond the mere sounds. In society, music can influence various aspects of life, including cultural identity, social interactions, and personal expression.This research focuses on the semiotic analysis of Dangdut music, particularly its presence in Japanese-language songs. The study aims to explore how Dangdut elements are incorporated into these songs and how they convey elements of cheerfulness and joy. By examining the signs and symbols in the music, we can gain insights into how cultural elements are blended and how music serves as a medium for cross-cultural communication.Furthermore, this research highlights the role of music in society, emphasizing its power to bring people together and bridge cultural gaps. Dangdut music, with its lively and engaging rhythm, serves as an example of how music can transcend cultural boundaries and resonate with people from different backgrounds. Through this study, we aim to contribute to a deeper understanding of the cultural significance of music and its impact on human emotions and social interactions.
Pengenalan Media Animasi untuk Pembelajaran Kosakata Bahasa Jepang di SMA Islam Sudirman Ambarawa Umi Handayani M.Pd; Rosalina Wahyu Riani; Ricky Darmawan; Ade Pratama
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Jepang di tingkat SMA masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam penguasaan kosakata dan rendahnya motivasi belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pemanfaatan media animasi sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkenalkan media animasi dalam pembelajaran kosakata Bahasa Jepang bagi siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyampaian materi kosakata, demonstrasi media animasi, praktik pengucapan kosakata, dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 20 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kosakata Bahasa Jepang yang ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa pada kategori baik dari 15% menjadi 70% dan menurunnya kategori kurang dari 60% menjadi 5%. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang lebih tinggi selama proses pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa media animasi dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Jepang di sekolah. Kata Kunci: media animasi, Bahasa Jepang, kosakata, pembelajaran