Ashabul Kahfi
Institut Binamadani Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMAHAMI KONSEP PENDEKATAN, METODE, DAN TEKNIK PENGAJARAN BAHASA ARAB Ashabul Kahfi; Muhammad Ibrohim Futuwwatuddin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v5i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual perbedaan dan keterkaitan antara pendekatan, metode, dan teknik dalam pengajaran bahasa Arab. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperjelas batasan terminologi yang sering kali tumpang tindih dalam praktik pembelajaran, serta memberikan pemahaman teoretis yang dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pengajaran bahasa Arab yang lebih efektif. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para pendidik, peneliti, dan pengembang kurikulum dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajar dan konteks pendidikan. Pembelajaran yang efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang hubungan antara pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Pendekatan merupakan landasan filosofis yang menjadi dasar pemilihan metode dan strategi pembelajaran. Metode, sebagai implementasi dari pendekatan, memberikan prosedur sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran, sementara teknik adalah cara spesifik yang digunakan dalam penerapan metode agar pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka atau tinjauan pustaka untuk menganalisis konsep pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Dalam praktiknya, terdapat dua pendekatan utama dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach). Kedua pendekatan ini melahirkan berbagai metode pembelajaran, seperti metode gramatika-terjemahan, metode langsung, dan metode audio- lingual dalam pengajaran bahasa. Selanjutnya, metode tersebut diterapkan melalui berbagai teknik, seperti permainan peran, simulasi, diskusi kelompok, dan penggunaan media visual. Pemahaman yang komprehensif tentang pendekatan, metode, dan teknik sangat penting bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan pemilihan strategi yang tepat, proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif, menarik, dan mampu meningkatkan kualitas pemahaman siswa.
INTEGRATING ISLAMIC AND INDONESIAN VALUES INTO CHARACTER EDUCATION WITHIN THE MERDEKA CURRICULUM IN MADRASAHS Ashabul Kahfi; Ferdinal Lafendry; Abdul Latif; Abdul Ghofur
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 03 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v15i03.10359

Abstract

This study aims to analyze character education based on Islamic values and Indonesian national values, while identifying the points of convergence between the two value systems. Character education within the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) is not solely oriented toward cognitive achievement but also emphasizes the development of students who possess faith, noble character, global diversity awareness, cooperation, independence, critical thinking skills, and creativity. This research seeks to examine the implementation of Islamic-based and Indonesian-based character education within the dimensions of the Kurikulum Merdeka graduate profile and to identify the integration of these values in shaping students’ character. This study employs a qualitative approach using a literature review method through the analysis of relevant scientific articles, educational policy documents, and conceptual references. The findings indicate that Islamic values, including tauhid (faith in the oneness of God), trustworthiness (amanah), justice (‘adl), compassion (rahmah), excellence (ihsan), noble character (akhlaqul karimah), religious moderation, and the concept of rahmatan lil ‘alamin (a blessing for all creation), are substantively aligned with Indonesian values such as Pancasila, diversity, mutual cooperation (gotong royong), patriotism, and social responsibility. The integration of these values can be implemented through intracurricular learning activities, projects aimed at strengthening the student profile, school or madrasah culture, habituation of religious practices, teacher role modeling, authentic assessment, and collaboration among schools, families, and communities. Therefore, the ideal graduate profile of the Kurikulum Merdeka should not only demonstrate academic excellence but also embody religiosity, moderation, nationalism, adaptability, critical thinking, creativity, and civilized character.
KESIAPAN GURU MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM: TELAAH LITERATUR TERHADAP KOMPETENSI, PEDAGOGI, DAN TANTANGAN PRAKTIK Ashabul Kahfi
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/94ym3888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran mendalam (deep learning pedagogy) melalui pendekatan studi pustaka (library research). Kajian ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu kompetensi guru, praktik pedagogik, dan tantangan implementasi yang muncul dalam berbagai penelitian terdahulu. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2020–2025, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka masih berada pada tahap berkembang dan belum merata. Kesiapan tersebut mencakup aspek pemahaman konseptual pembelajaran mendalam, kemampuan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, literasi digital, serta kemampuan reflektif dalam pembelajaran. Namun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pelatihan berkelanjutan, rendahnya literasi digital, beban administratif, keterbatasan sarana prasarana, serta belum optimalnya dukungan kelembagaan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep kebijakan Kurikulum Merdeka dan praktik pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran mendalam sangat ditentukan oleh transformasi kompetensi guru dan dukungan ekosistem pendidikan yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelatihan guru yang berkelanjutan, pengembangan komunitas belajar profesional, serta kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan implementasi di lapangan.