Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tasawuf dan Modernitas: Perspektif Kajian Islam Kontemporer Idrus Rahman; Latuopo Huzaifah; Maseni Hartinah
IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1: Mei 2025
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/ihsan.v1i1.120

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi tasawuf dalam menghadapi tantangan modernitas dari perspektif Islam kontemporer. Modernitas membawa dinamika kompleks yang mencakup krisis spiritual, moral, dan eksistensial, sehingga menuntut respons yang adaptif dan transformatif. Tasawuf, terutama melalui Neo-Sufisme, menawarkan paradigma yang menyatukan dimensi batiniah, moral, dan sosial, serta menyeimbangkan kebutuhan spiritual, rasional, dan sosial umat Muslim. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tasawuf tidak sekadar praktik kontemplatif individual, melainkan juga instrumen etis yang membimbing pembentukan karakter, akhlak, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Neo-Sufisme mempertahankan pengalaman spiritual mendalam, penyucian hati, dan makrifatullah, sekaligus menekankan tanggung jawab sosial, sehingga nilai sufistik klasik dapat diterapkan dalam konteks kehidupan modern yang dinamis. Adaptasi historis dan kontemporer tarekat menegaskan kemampuan tasawuf untuk berperan aktif dalam pendidikan moral, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan etika kepemimpinan. Kajian ini menegaskan bahwa tasawuf mampu membumikan nilai-nilai spiritual Islam, mengatasi efek negatif modernitas seperti individualisme dan materialisme, serta membangun kehidupan kontemporer yang harmonis dan beretika. Dengan demikian, tasawuf muncul sebagai paradigma integral, relevan, dan aplikatif bagi umat Muslim dalam menghadapi kompleksitas modernitas secara menyeluruh.
Harmoni Antaragama sebagai Strategi Pendidikan Moderasi Beragama Latuopo Huzaifah; Maseni Hartinah
Review of Education, Science, and Technology Vol 2 No 1: September 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/reset.v2i1.678

Abstract

Harmoni antaragama dalam masyarakat multikultural tidak terbentuk secara otomatis dari keberagaman, tetapi melalui interaksi sosial yang memungkinkan perbedaan dipahami, dikelola, dan dikembangkan menjadi relasi konstruktif. Kondisi tersebut memiliki relevansi strategis bagi pendidikan moderasi beragama karena menyediakan pengalaman autentik untuk mengembangkan toleransi, dialog, kerja sama, dan penghormatan terhadap perbedaan. Kajian ini bertujuan menganalisis posisi harmoni antaragama sebagai strategi pendidikan moderasi beragama serta merumuskan mekanisme pedagogis yang menghubungkan pengalaman sosial dengan internalisasi nilai moderasi. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menganalisis literatur relevan mengenai moderasi beragama, interaksi lintas agama, pendidikan Islam, toleransi, dan pendidikan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa harmoni antaragama berfungsi tidak hanya sebagai luaran moderasi, tetapi juga sebagai konteks dan medium pedagogis yang memungkinkan nilai moderasi dipelajari melalui pengalaman sosial. Proses tersebut berlangsung melalui tahapan pengenalan keberagaman, interaksi dan dialog, pengalaman kolaboratif, serta refleksi dan internalisasi, yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter moderat, kolaborasi antaragama, dan kohesi sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan moderasi perlu bergeser dari transmisi pengetahuan menuju pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan kurikulum, budaya kelembagaan, keterlibatan masyarakat, dan ruang digital. Model yang dirumuskan merupakan proposisi konseptual yang memerlukan pengujian empiris pada beragam konteks pendidikan dan sosial.