Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Gap Sertifikasi dan Kompetensi SDM Logistik terhadap Optimalisasi Kinerja Perusahaan: Kajian Literatur Perusahaan-Perusahaan Logistik di Batam Eva Amalia; Roni Adi; M. Irvanni Bahri; Syafrudin Rais; Devina Wistiasari
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No 2 Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batam memiliki posisi strategis sebagai hub logistik nasional melalui implementasi Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang menargetkan efisiensi rantai pasok dan peningkatan daya saing. Namun kinerja industri logistik ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang tersertifikasi dan kompeten sesuai standar. Riset ini melakukan gap analysis antara kondisi ideal (mengacu SKKNI, KKNI/AQRF, dan kebutuhan industri) dan kondisi aktual di perusahaan-perusahaan logistik Batam. Penelitian bersifat deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, observasi ekosistem, dan wawancara terarah dengan pelaku industri, asosiasi, dan lembaga pendidikan vokasi. Hasil menunjukkan kesenjangan menonjol pada (1) kepemilikan sertifikasi formal pada jabatan kritikal (operator gudang, freight forwarding, admin logistik, sopir truk/angkutan peti kemas); (2) akses dan biaya sertifikasi yang masih tinggi (3) ketidaksesuaian kompetensi teknis terhadap tuntutan operasional digitalisasi logistic serta (4) lemahnya orkestrasi triple helix (industri–pemerintah–pendidikan) dalam penyiapan talenta. Gap berdampak pada produktivitas, kepatuhan, reliabilitas layanan, dan daya saing pasar internasional. Rekomendasi meliputi percepatan kehadiran/kemitraan LSP logistik di Batam, program pelatihan berbasis kompetensi yang diselaraskan dengan SKKNI, skema pembiayaan sertifikasi yang inklusif, serta penguatan kurikulum vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan BLE.
Pelatihan Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada UMKM Olahan Kerupuk Ikan di Kawasan Pesisir Pulau Buluh Heri Siswanto; Devina Wistiasari; Roni Adi; Adelya Rifdah; M. Irvanni Bahri; Hazimah Hazimah; Muhammad Ilham Faturrahman; Hani Sulistyaningrum
Mopolayio : Jurnal Pengabdian Ekonomi Vol. 5 No. 3 (2026): Mopolayio : Jurnal Pengabdian Ekonomi Volume 5 Number 3 (July 2026) has been of
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/mopolayio.v5i3.171

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir, termasuk UMKM pengolahan hasil perikanan di kawasan Pulau Buluh, Kota Batam. Namun, salah satu permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terdokumentasi dalam proses produksi, sehingga aktivitas usaha masih bergantung pada pengalaman dan kebiasaan kerja individu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku UMKM dalam menyusun SOP sebagai pedoman kerja yang mendukung efektivitas operasional dan konsistensi kualitas produk. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi, diskusi, serta pendampingan penyusunan SOP sederhana berbasis alur proses (flowchart). Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang didukung dengan observasi terhadap partisipasi peserta dan hasil penyusunan SOP sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi SOP dalam pengelolaan usaha, identifikasi tahapan proses produksi, serta pentingnya dokumentasi aktivitas kerja. Peserta mampu menyusun rancangan SOP sederhana yang disesuaikan dengan kondisi usaha pengolahan kerupuk ikan. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas manajemen mitra dalam membangun tata kelola UMKM yang lebih terstruktur dan profesional. Pendampingan lanjutan diperlukan agar penerapan SOP dapat berjalan secara konsisten dan menjadi bagian dari sistem kerja usaha.
Mendorong Loyalitas Konsumen dalam E-Commerce melalui Kesadaran Merek, Kepuasan Pelanggan, dan Keterlibatan Pelanggan Devina Wistiasari; Roni Adi; M Irvanni Bahri; Heri Siswanto; Tey Ah Ling
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.209

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan kausal. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Batam dengan fokus pada pengguna platform e-commerce Shopee. Data dikumpulkan melalui kuesioner online terstruktur yang disebarkan kepada 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk mengevaluasi model pengukuran dan hubungan struktural antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek dan kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan pelanggan dan loyalitas konsumen. Keterlibatan pelanggan juga terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap loyalitas konsumen serta berperan kuat dalam memperkuat hubungan antara konsumen dan platform e-commerce. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi kesadaran merek dan kepuasan pelanggan, maka akan semakin mendorong keterlibatan pelanggan yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas konsumen dalam lingkungan e-commerce. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada pengguna Shopee di Kota Batam, menggunakan desain cross-sectional, serta jumlah sampel yang terbatas.
Governance Gaps in the Rempang Eco-City Policy: Between Legal Authority and Social Legitimacy Eva Amalia; Wahjoe Pangestoeti; Roni Adi; Siti Arieta
Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) Vol 14 No 1 (2026): June, 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/juan.v14i1.8356

Abstract

This study examines the legality–legitimacy gap in the implementation of the Rempang Eco-City policy in Batam, Indonesia. The project is formally positioned as a strategic development agenda intended to accelerate investment, industrial expansion, tourism growth, and regional economic transformation. However, its implementation has generated significant social resistance among affected communities, particularly due to relocation plans, uncertainty over land tenure, disruption of fishing-based livelihoods, and threats to socio-cultural continuity. This research uses a qualitative descriptive-analytical method supported by library research and document analysis. Secondary data were obtained from statutory regulations, government documents, institutional reports, scholarly publications, public statements, and media sources related to Rempang Eco-City. Data were analyzed through a gap analysis model by comparing two main dimensions: formal legality, represented by legal basis, institutional authority, administrative procedures, and policy instruments; and social legitimacy, represented by public acceptance, participation quality, perceived fairness, and recognition of local rights. The findings show that although the Rempang Eco-City policy has a strong formal legal foundation, its implementation remains socially contested because affected communities perceive the process as top-down, insufficiently participatory, and inadequately responsive to their livelihood and cultural attachments. The study also finds that institutional fragmentation, weak deliberative governance, limited transparency, and relocation uncertainty intensify public distrust. Therefore, the Rempang case demonstrates that legal validity alone cannot guarantee policy acceptance or implementation sustainability. The study concludes that strategic development projects require inclusive governance, meaningful participation, accountable institutional coordination, and substantive relocation justice to transform formal legality into social legitimacy.
An Integrated Community-Based Human Resource Management Framework for Sustainable Economic Development: Insights from Indonesia M. Irvanni Bahri; Roni Adi; Fatmaida Naila Ansori; Siti Nur Maulidina
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.7676

Abstract

Human Resource Management (HRM) has become a strategic determinant of sustainable economic development amid globalization, digital transformation, and the transition toward a knowledge-based economy. Although previous studies have extensively examined the relationships between Human Resource Management, Human Capital, Community-Based Development (CBD), and Sustainable Economic Development (SED), these concepts have largely been investigated independently, resulting in limited understanding of their integrated role in promoting inclusive and sustainable development. This study aims to develop an integrated conceptual framework that explains how Human Resource Management contributes to Sustainable Economic Development through Human Capital Development and is strengthened by Community-Based Development within the Indonesian context. A conceptual research design was employed using a structured literature review approach. Relevant studies indexed in the Scopus database were systematically identified, screened, synthesized, and critically analyzed to establish conceptual relationships among the four constructs. The findings propose the Integrated Community-Based Human Resource Management Framework, which positions Human Resource Management as a strategic driver for developing Human Capital through competency development, lifelong learning, talent management, and capacity building. Community-Based Development functions as an enabling mechanism that transforms individual capabilities into collective capacity through participation, empowerment, collaboration, and institutional strengthening, ultimately contributing to productivity growth, innovation, competitiveness, social inclusion, and long-term sustainable economic development. The framework further highlights the dynamic interaction between Human Capital Development and Community-Based Development through a feedback mechanism influenced by contextual drivers, including digital transformation, institutional governance, public policy, and the Sustainable Development Goals (SDGs). This study contributes to the literature by integrating Human Resource Management, Human Capital, Community-Based Development, and Sustainable Economic Development into a unified conceptual framework that extends the role of Human Resource Management beyond organizational performance toward a development-oriented perspective. The proposed framework also provides strategic insights for policymakers, organizations, educational institutions, and community stakeholders in designing more inclusive and sustainable human resource development policies.