Vita Jasinta Sarjono
Telkom University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Citarum plastic exploration for Solusi Sungai Resik's community environmental fundraising action Vita Jasinta Sarjono; Sanabila Fatah; Terbit Setya Pambudi; Hanif Azhar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40694

Abstract

This study responds to the growing environmental problem of plastic pollution in the Citarum River and to the limited funding available to local environmental organizations. It aims to identify the most suitable material from a blend of recycled plastics—LDPE and HDPE—to serve as the base material for fundraising bracelets for the Solusi Sungai Resik Foundation. The material selection is based on its availability at the foundation's waste management facility and the quality of the processed outcome for bracelet production. The research employs an adapted Material Development Design (MDD) method, which includes material exploration, sample creation, durability testing, and user interviews to assess material experience through aesthetic, tactile, emotional, and functional aspects. The adaptation of MDD in this study focuses on selecting and validating material experience, without fully implementing it in the final product, due to technical constraints. The results show that the LDPE-HDPE blend produces a visually appealing marble pattern resembling river streams, has a comfortable texture, and elicits positive emotional responses from informants. The material also demonstrates resistance to water, sunlight, and skincare products, and is safe for skin contact. These findings indicate that plastic waste from the Citarum River can be transformed into a functional and meaningful material for fundraising bracelets supporting Solusi Sungai Resik's environmental mission. Beyond material innovation, this approach contributes to social change by raising environmental awareness, encouraging public participation, and supporting the financial sustainability of local environmental initiatives.   Penelitian ini merespons permasalahan lingkungan yang semakin meningkat terkait pencemaran plastik di Sungai Citarum serta keterbatasan pendanaan yang dihadapi oleh organisasi lingkungan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi material paling tepat dari campuran plastik daur ulang, yaitu LDPE dan HDPE, yang akan digunakan sebagai bahan dasar gelang penggalangan dana untuk Yayasan Solusi Sungai Resik. Pemilihan material didasarkan pada ketersediaannya di fasilitas pengelolaan limbah yayasan serta kualitas hasil olahan untuk produksi gelang. Penelitian ini menggunakan metode Material Development Design (MDD) yang telah disesuaikan, meliputi eksplorasi material, pembuatan sampel, pengujian daya tahan, dan wawancara pengguna untuk menilai pengalaman material dari aspek estetika, taktil, emosional, dan fungsional. Adaptasi MDD dalam penelitian ini difokuskan pada pemilihan dan validasi pengalaman material tanpa penerapan penuh pada bentuk produk akhir karena keterbatasan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran LDPE-HDPE menghasilkan pola marmer yang menarik secara visual menyerupai aliran sungai, memiliki tekstur yang nyaman, dan memicu respons emosional positif dari para informan. Material ini juga tahan terhadap air, sinar matahari, produk perawatan kulit, serta aman bersentuhan dengan kulit. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah plastik dari Sungai Citarum dapat diubah menjadi material fungsional dan bermakna untuk gelang penggalangan dana yang mendukung misi lingkungan Solusi Sungai Resik. Selain inovasi material, pendekatan ini berkontribusi pada perubahan sosial melalui peningkatan kesadaran lingkungan, mendorong partisipasi publik, dan mendukung keberlanjutan pendanaan bagi inisiatif lingkungan lokal.
Symbolic upcycled medals to encourage hiker participation in Indonesia’s Mount Gede Pangrango Cleanup Program Sanabila Fatah; Vita Jasinta Sarjono; Hanif Azhar; Ahmad Riyadi Swandhani
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40696

Abstract

Increased hiking activities in Gunung Gede Pangrango National Park have increased waste accumulation, posing environmental challenges despite ongoing cleanup efforts such as Operasi Bersih (Opsih). One key issue is the lack of recognition systems that validate hikers' contributions, especially those who voluntarily carry trash back from the mountain. This study proposes an appreciation medal made from upcycled plastic waste collected during hikes, designed to serve as both a symbolic reward and a catalyst for social change, promoting environmental responsibility, collective pride, and increased participation in volunteer cleanup programs. Using a Design Thinking approach, data were collected through observations, interviews, and questionnaires with hikers and Opsih volunteers. The 3D-printed prototype was positively received, with users valuing its symbolic significance and environmental message. These findings highlight the potential of symbolic upcycled objects to foster behavioral change and strengthen shared values around sustainability and volunteerism.   Aktivitas pendakian yang meningkat di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menyebabkan akumulasi sampah yang semakin bertambah, menimbulkan tantangan lingkungan meskipun sudah ada upaya pembersihan seperti Operasi Bersih (Opsih). Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya sistem pengakuan yang memvalidasi kontribusi para pendaki, terutama yang secara sukarela membawa kembali sampah dari gunung. Penelitian ini mengusulkan desain medali apresiasi yang terbuat dari limbah plastik daur ulang hasil pendakian, yang berfungsi sebagai penghargaan simbolis sekaligus katalis perubahan sosial, mendorong tanggung jawab lingkungan, kebanggaan kolektif, dan peningkatan partisipasi dalam program pembersihan sukarela. Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada pendaki dan relawan Opsih. Prototipe medali yang dicetak menggunakan teknologi 3D printing mendapat respons positif, dengan pengguna menghargai nilai simbolis dan pesan lingkungan yang terkandung. Temuan ini menyoroti potensi objek simbolis hasil daur ulang untuk mendorong perubahan perilaku dan memperkuat nilai bersama mengenai keberlanjutan dan kegiatan sukarela.