Nadia Eka Indrianing
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM POS SIAGA KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL DAN JANIN DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Sudirman Sudirman; Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany; Sumarni Sumarni; Nadia Eka Indrianing
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12380

Abstract

Latar Belakang : Masalah di kelurahan kertoharjo merupakan daerah binaan puskesmas Pekalongan Selatan. Data tahun 2022 jumlah ibu hamil di wilayah Puskesmas Pekalongan Selatan sebanyak 208 orang dengan resiko tinggi karena Kekurangan Energi Kronis (KEK) 27 %, disebabkan karena anemia 9%,  penyebab lainnya karena usia lebih dari 36 tahun dan kurang dari 20 tahun. Jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi terbanyak di kelurahan kuripan Kertoharjo. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Pemberdayaan  Masyarakat  dalam Pengelolaan Pos siaga  Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Janin, memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar mengetahui Pengelolaan Pos siaga  Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Janin. Kader Kesehatan dan tokoh masyarakat setempat diedukasi untuk pendampingan one kader one ibu hamil resiko tinggi (bumil resti) menurunkan tingkat mortalitas dan bisa mengidentifikasi dan mendampingi ibu hamil beresiko sampai melahirkan dengan selamat dengan satu ibu hamil satu kader pendamping.Tujuan : Pengabdian kepada masyarakat dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin pada wilayah binaan Kelurahan Kuripan Kertoharjo.Metode : Metode pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan tentang deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin. Dilakukan pre test sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan kemudian post test di akhir. Penambahan deteksi dini menggunakan aplikasi mother serta pendampingan one kader one ibu hamil resiko tinggi.Hasil : Kegiatan pengabdian ini dapat dilihat pada pengetahuan sasaran kegiatan dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin. Meningkatkan variasi menu sebagai makanan yang menarik serta bergizi.Simpulan : Terbentuknya pos kegawatdaruratan ibu hamil dan janin digunakan untuk mengurangi mortalitas ibu hamil dan janin di wilayah binaan Kelurahan Kuripan Kertoharjo, tim yang terdiri dari Karang taruna, kesra, dan kader sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya pos tersebut serta pendampingan pembuatan menu untuk meningkatkan gizi untuk ibu hamil dalam mengurangi resiko kelahiran. Keyword : Kegawatdaruratan Janin, one kader one Bumil resti
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL SERTA PEMBENTUKAN PAGUYUBAN PEDULI WARGA SEHAT GINJAL (PWSG) DI KELURAHAN BENDAN KERGON KECAMATAN PEKALONGAN BARAT KOTA PEKALONGAN Sudirman; Sumarni; Sri Utami Dwiningsih; Nadia Eka Indrianing; Hartati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14215

Abstract

Latar Belakang : Kasus penyakit ginjal mengalami peningkatan setiap tahunnya. Study Global Burden of Deseas tahun 2019 menunjukkan bahwa 1,4 juta orang meninggal karena penyakit ginjal kronis. Sementara, di Indonesia angka kematiannya sekitar 42 ribu. Satu dari 10 orang mempunyai penyakit ginjal. Kelurahan Bendan Kergon Pekalongan juga memiliki resiko penyakit ginjal karena tingginya kasus hipertensi (32,17% diatas usia 18 tahun) dan penderita diabetes mellitus (2.69% diatas usia 15 tahun). Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan penyuluhan (edukasi) kepada Masyarakat terkait masalah diatas. Metode : Pemberdayaan dan edukasi kesehatan ginjal yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kergon akan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan skill masyarakat khususnya kader kesehatan, tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga) dalam mencegah penyakit ginjal dan meningkatkan kesehatan ginjal bagi semua. Pembentukan Kelurahan peduli warga sehat ginjal (PWSG) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ginjal sejak dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat perlu disiapkan, dikondisikan dan difasilitasi pembentukan Kelurahan PWSG. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pembentukan tim PWSG juga akan menerapkan aplikasi program kesehatan ginjal yang terintegrasi dengan pelayanan Kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pemberdayaan dan edukasi yang sebelumnya dilakukan pre test dan post test. Hasil : Hasil akhir ini bisa dilihat adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan test dan terbentuknya Paguyuban PWSG. Simpulan : Terbentuknya paguyuban Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG) digunakan untuk mengurangi terjadinya peningkatan penyakit ginjal di Kelurahan Bendan Kergon, tim yang terdiri dari kader, toma, toga serta warga sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya paguyuban tersebut. Keyword : Kesehatan Ginjal, Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG), Penyakit Ginjal Kronik (PGK)