Latar Belakang : Kasus penyakit ginjal mengalami peningkatan setiap tahunnya. Study Global Burden of Deseas tahun 2019 menunjukkan bahwa 1,4 juta orang meninggal karena penyakit ginjal kronis. Sementara, di Indonesia angka kematiannya sekitar 42 ribu. Satu dari 10 orang mempunyai penyakit ginjal. Kelurahan Bendan Kergon Pekalongan juga memiliki resiko penyakit ginjal karena tingginya kasus hipertensi (32,17% diatas usia 18 tahun) dan penderita diabetes mellitus (2.69% diatas usia 15 tahun). Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan penyuluhan (edukasi) kepada Masyarakat terkait masalah diatas. Metode : Pemberdayaan dan edukasi kesehatan ginjal yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kergon akan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan skill masyarakat khususnya kader kesehatan, tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga) dalam mencegah penyakit ginjal dan meningkatkan kesehatan ginjal bagi semua. Pembentukan Kelurahan peduli warga sehat ginjal (PWSG) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ginjal sejak dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat perlu disiapkan, dikondisikan dan difasilitasi pembentukan Kelurahan PWSG. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pembentukan tim PWSG juga akan menerapkan aplikasi program kesehatan ginjal yang terintegrasi dengan pelayanan Kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pemberdayaan dan edukasi yang sebelumnya dilakukan pre test dan post test. Hasil : Hasil akhir ini bisa dilihat adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan test dan terbentuknya Paguyuban PWSG. Simpulan : Terbentuknya paguyuban Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG) digunakan untuk mengurangi terjadinya peningkatan penyakit ginjal di Kelurahan Bendan Kergon, tim yang terdiri dari kader, toma, toga serta warga sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya paguyuban tersebut. Keyword : Kesehatan Ginjal, Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG), Penyakit Ginjal Kronik (PGK)