Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL SERTA PEMBENTUKAN PAGUYUBAN PEDULI WARGA SEHAT GINJAL (PWSG) DI KELURAHAN BENDAN KERGON KECAMATAN PEKALONGAN BARAT KOTA PEKALONGAN Sudirman; Sumarni; Sri Utami Dwiningsih; Nadia Eka Indrianing; Hartati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14215

Abstract

Latar Belakang : Kasus penyakit ginjal mengalami peningkatan setiap tahunnya. Study Global Burden of Deseas tahun 2019 menunjukkan bahwa 1,4 juta orang meninggal karena penyakit ginjal kronis. Sementara, di Indonesia angka kematiannya sekitar 42 ribu. Satu dari 10 orang mempunyai penyakit ginjal. Kelurahan Bendan Kergon Pekalongan juga memiliki resiko penyakit ginjal karena tingginya kasus hipertensi (32,17% diatas usia 18 tahun) dan penderita diabetes mellitus (2.69% diatas usia 15 tahun). Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan penyuluhan (edukasi) kepada Masyarakat terkait masalah diatas. Metode : Pemberdayaan dan edukasi kesehatan ginjal yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kergon akan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan skill masyarakat khususnya kader kesehatan, tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga) dalam mencegah penyakit ginjal dan meningkatkan kesehatan ginjal bagi semua. Pembentukan Kelurahan peduli warga sehat ginjal (PWSG) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ginjal sejak dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat perlu disiapkan, dikondisikan dan difasilitasi pembentukan Kelurahan PWSG. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pembentukan tim PWSG juga akan menerapkan aplikasi program kesehatan ginjal yang terintegrasi dengan pelayanan Kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pemberdayaan dan edukasi yang sebelumnya dilakukan pre test dan post test. Hasil : Hasil akhir ini bisa dilihat adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan test dan terbentuknya Paguyuban PWSG. Simpulan : Terbentuknya paguyuban Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG) digunakan untuk mengurangi terjadinya peningkatan penyakit ginjal di Kelurahan Bendan Kergon, tim yang terdiri dari kader, toma, toga serta warga sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya paguyuban tersebut. Keyword : Kesehatan Ginjal, Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG), Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
Implementasi Penerapan Stik Walking Tandem Pada Lanjut Usia Dengan Depresi Hartati; Handoyo; Herry Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2618

Abstract

Depresi pada lanjut usia (lansia) sering kali disertai dengan penurunan fungsi kognitif dan motorik yang meningkatkan risiko jatuh dan mempengaruhi kemampuan melakukan aktifitas harian di rumah. Intervensi non-farmakologis melalui aktivitas fisik yang terukur sangat diperlukan untuk mempertahankan kemandiriannya. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan keseimbangan dinamis lansia melalui implementasi penggunaan stik walking tandem. Pengabdian dilakukan dengan metode demonstrasi dan pendampingan latihan fisik menggunakan stik walking tandem sebagai pendukung aktifitas jalan dan beraktifitas. Pendampingan latihan fisik jalan tandem dilakukan oleh kader kesehatan posyandu Kelurahan Mersi dn mereka juga melakukan pengukuran tingkat depresi sebelum dan sesudah latihan dengan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS) dan observasi kemampuan mobilisasi. Hasil: Terdapat penurunan rata-rata skor depresi yang signifikan serta peningkatan stabilitas gaya berjalan pada peserta. Lansia melaporkan merasa lebih aman saat bergerak dan lebih bersemangat dalam berinteraksi sosial selama sesi latihan. Sehingga, penerapan stik walking tandem ini efektif dalam menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kemandirian fisik lansia. Disarankan bagi pengelola panti atau komunitas lansia di masyarakat untuk mengadopsi metode ini sebagai rutinitas rehabilitatif yang aman.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENANGANAN DIABETES MELLITUS DENGAN PENDEKATAN INTERPROFESIONAL DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TIRTO KOTA PEKALONGAN Hartati; Mardi Hartono; Sumarni; Tri Anonim
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus(DM) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan membutuhkan penanganan yang komprehensif serta kolaboratif. Fragmentasi layanan kesehatan akibat kurangnya sinergi antarprofesi dapat menurunkan mutu asuhan dan meningkatkan risiko komplikasi pada pasien diabetes. Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan edukasi kepada Masyarakat terkait DM pada keluarga dengan pendekatan inter profesional. Metode : Edukasi dan pendampingan pada keluarga dengan masalah DM dilakukan di wilayah Puskesmas Tirto Kota Pekalongan dengan tahapan pengkajian untuk mengidentifikasi kebutuhan keluarga tentang penyakit, pengobatan dan kemampuan merawat anggota keluarga sakit DM, menyusun perencanaan pemecahan masalah dengan melibatkan keluarga, profesi lain yang terkait yaitu dari tim medis, ahli gizi dan kesehatan lingkungan. Implementasi dilakukan dengan pemberdayaan keluarga dalam mengatasi masalah DM,dengan cara edukasi, demonstrasi nutrisi, senam kaki diabetes, konseling kepatuhan obat, serta edukasi lingkungan dan perilaku sehat, pendampingan dilaksanakan selama kegiatan pengabdian masyarakat kurang lebih dua minggu dan dilakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan kegiatan serta menyusun rencana tindak lanjut yang di delegasikan kepada puskesmas untuk menyelesaikan masalah jangka Panjang. Hasil : Peningkatkan pengetahuan, ketrampilan, kepatuhan minum obat, dan perilaku sehat seluruh klien. Kesimpulan dari laporan ini adalah pelaksanaan IPC di Puskesmas Tirto efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, serta perilaku sehat pasien diabetes melitus. Kolaborasi antarprofesi memperkuat dukungan sosial, menekan risiko komplikasi, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Disarankan agar program edukasi dan pendampingan lintas profesi dilanjutkan secara berkelanjutan. Simpulan : Pengabdian masyarakat berbasis Interprofessional Collaboration (IPC) bersama para ahli di wilayah kerja UPT Puskesmas Tirto Kota Pekalongan berhasil mengatasi lima permasalahan utama pasien Diabetes Melitus melalui berbagai intervensi kolaboratif, yang secara signifikan terbukti meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, aktivitas fisik, serta kualitas hidup pasien secara holistik.