Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Limbah Industri Marmer sebagai Media Pembelajaran Kimia Kontekstual berbasis Green Chemistry di SMAN 1 Campurdarat Dian Ariani; Divan Robi Pangestu; Dwi Purwanto; Fitri Amaliyah; Imam Suroso
Jurnal Simki Pedagogia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v8i2.1111

Abstract

This study aims to explore the potential of marble industry waste as a contextual chemistry learning medium that supports environmentally friendly learning practices in a high school located in a marble-producing area. The research uses a descriptive qualitative method to investigate how marble waste, particularly in the form of calcium carbonate powder, can be utilized in chemistry learning to minimize the use of hazardous chemicals and reduce laboratory waste. Data were collected through field observations at local marble industries, interviews with industry workers and chemistry teachers, and documentation of the marble processing stages and waste materials. The data were analyzed using a descriptive technique to interpret the findings based on real conditions in the field. The results show that marble waste has significant potential to be used in simple chemistry experiments such as acid-base reactions, identification of chemical compounds, and the study of geological processes. The use of locally sourced waste materials enhances students' understanding of chemistry concepts, increases learning motivation, and contributes to a safer and more sustainable school laboratory environment. The findings suggest that local industrial materials can be integrated effectively into science education to create meaningful and environmentally responsible learning experiences.
Penerapan Model Problem-Based Learning (PBL) Berbasis Industri Marmer untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual dan Kepedulian Lingkungan Siswa pada Materi Larutan Asam-Basa Dian Ariani; Didik Nurhadi; Widiyanti Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3229

Abstract

Pembelajaran kimia di tingkat SMA sering kali masih berorientasi pada hafalan konsep, sehingga pemahaman konseptual siswa terhadap fenomena kimia nyata masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbasis industri marmer dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan kepedulian lingkungan siswa pada materi larutan asam-basa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Campurdarat, Tulungagung. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI, guru kimia, dan kepala sekolah. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, analisis dokumen, dan hasil kerja siswa dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun berdasarkan lima sintak PBL. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbasis konteks industri marmer mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan pemahaman konseptual siswa secara signifikan. Pada tahap penyelidikan, siswa mampu menghubungkan hasil pengukuran pH limbah marmer (pH 7–8 pada industri dan 8–9 pada usaha rumah tangga) dengan konsep asam-basa dan sistem netralisasi dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Melalui diskusi dan refleksi, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan menjelaskan konsep larutan asam-basa dalam konteks kehidupan nyata serta tumbuhnya kesadaran ekologis terhadap pengelolaan limbah industri. Dengan demikian, penerapan PBL berbasis industri lokal tidak hanya memperkuat pemahaman konsep kimia, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan literasi ilmiah yang relevan dengan Kurikulum Merdeka.