Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Problem-Based Learning (PBL) Berbasis Industri Marmer untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual dan Kepedulian Lingkungan Siswa pada Materi Larutan Asam-Basa Dian Ariani; Didik Nurhadi; Widiyanti Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3229

Abstract

Pembelajaran kimia di tingkat SMA sering kali masih berorientasi pada hafalan konsep, sehingga pemahaman konseptual siswa terhadap fenomena kimia nyata masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbasis industri marmer dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan kepedulian lingkungan siswa pada materi larutan asam-basa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Campurdarat, Tulungagung. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI, guru kimia, dan kepala sekolah. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, analisis dokumen, dan hasil kerja siswa dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun berdasarkan lima sintak PBL. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbasis konteks industri marmer mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan pemahaman konseptual siswa secara signifikan. Pada tahap penyelidikan, siswa mampu menghubungkan hasil pengukuran pH limbah marmer (pH 7–8 pada industri dan 8–9 pada usaha rumah tangga) dengan konsep asam-basa dan sistem netralisasi dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Melalui diskusi dan refleksi, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan menjelaskan konsep larutan asam-basa dalam konteks kehidupan nyata serta tumbuhnya kesadaran ekologis terhadap pengelolaan limbah industri. Dengan demikian, penerapan PBL berbasis industri lokal tidak hanya memperkuat pemahaman konsep kimia, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan literasi ilmiah yang relevan dengan Kurikulum Merdeka.
Beyond content delivery: Integrating Microsoft teams and Reflect for affective feedback and enhanced learning readiness Aris Defiana; Bagus Setiawan; Dedy Agustriyono; Ratih Puspitasari; Dian Ariani
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2025): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpip.v18i2.84677

Abstract

This study explores the integration of Microsoft Teams and its Reflect feature as an innovative learning medium in informatics education, focusing on how real-time emotion visualization can enhance understanding of students' learning readiness. While digital platforms are widely used for content delivery and collaboration, there remains a significant gap in leveraging real-time affective data to adaptively respond to students' emotional states during online learning. Using a qualitative descriptive approach, this research employed participant observation, in-depth interviews, and documentation with 30 Year 11 students and an informatics teacher at SMA Negeri 1 Boyolangu. Findings indicate that emotion visualization via Reflect enables teachers to dynamically adjust instructional strategies based on students' expressed emotional states, thereby increasing engagement, motivation, and perceived learning readiness. This study contributes to the emerging field of affective-aware digital learning environments and underscores the pedagogical value of integrating emotional feedback into technology-enhanced instruction. For future implementation, we recommend broader adoption, teacher training in affective pedagogy, and the exploration of automated emotion-detection technologies to further personalize and responsive learning experiences.