Pelatihan pembuatan geguritan di SMPN 40 Surabaya merupakan upaya untuk mengembangkan kreatifitas siswa dalam bidang karya sastra dan wujud tindak preventif pelestarian alam. SMPN 40 Surabaya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah Adiwiyata berwawasan Lingkungan Hidup di Surabaya. Hal tersebut juga sejalan dengan visi & misi Universitas Negeri Surabaya mengenai lingkungan hidup yang berkelanjutan, hal tersebut tentunya membuka peluang lebar bagi mahasiswa PPG Prajabatan yang nantinya akan menjadi guru profesional, dengan kepelatihan penulisan ini, guru, siswa dan para pembaca dapat desiminasi atau mengimbaskan hal yang dapat melestarikan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatif, mengajak siswa aktif dalam proses kegiatan. Pertemuan dengan siswa dilakukan sebanyak 2 kali. Pertemuan pertama adalah pemberian materi mengenai teori dan tata cara penulisan geguritan serta pengarahan terkait tenggat waktu linimasa proses kegiatan berlangsung. Pada pertemuan pertama guru mata pelajaran Bahasa Jawa serta wali kelas kelas IX berperan aktif dalam mengkodisikan ruang kelas. Pertemuan kedua dilakukan bimbingan intensif kepada penulis dengan karya terpilih agar dapat dilakukan penyuntingan karya dengan harapan karya dapat menjadi lebih baik. Diberikannya umpan balik kepada siswa membantu siswa untuk dapat menyadari kekurangan sekaligus potensi yang siswa miliki sehingga mengembangkan kemampuan menulis geguritan dengan lebih baik lagi. Pentingnya pelatihan penulisan ini sangatlah besar karena menargetkan generasi muda yang sedang dalam masa pembentukan karakter. Harapannya, melalui pelatihan ini, siswa-siswi SMPN 40 Surabaya dapat menjadi agen pelestarian budaya Jawa. SMPN 40 Surabaya turut aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung, dengan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan seperti ruang kelas, dan perpustakaan. Dukungan ini menjadi pijakan penting untuk kesuksesan pelatihan penulisan geguritan, yang merupakan bagian dari upaya pelestarian karya sastra Bahasa Jawa, dan bentuk tindak preventif pelestarian alam.