Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilization Of Short Education Media (SEM) With Short Movies On Adolescents' Knowledge And Attitudes About Risky Sexual Behavior Ginting, Ade Krisna; Fitriani, Dewi Rubi; Anggraeni, Rina Dwi; Atikah, Euis; Kartika, Iin Ira; Kedaton, Anisah Sekar; Fauziah, Anisah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24608

Abstract

Latar Belakang: Kejadian HIV/AIDS terus meningkat sejak tahun 2022- 2024. Saat ini negara  Indonesia   berada di peringkat ke-14 dunia untuk jumlah total orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV. Sebagian besar sebaran kasus HIV dan AIDS terdapat pada kelompok umur produktif  hal itu terlihat sebesar 5.81 % penderita HIV berada pada usia remaja yaitu 15-19 tahun. Remaja memiliki perilaku khas seperti bereksperimen, mengambil risiko, dan proses mencapai kematangan seksual dan reproduksi. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja salah satunya dengan penggunaan media short movie. Tujuan:  Mengetahui efektivitas pemanfaatan Short Media Education terhadap pengetahuan dan sikap remaja  tentang perilaku seksual beresiko. Metode: Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian pre-test post-test one group. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 16-18 tahun. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 76 orang. Pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitasnya, yang diberikan pre dan post intervensi berupa menonton short movie. Hasil: Hasil penelitian menyatakan pemanfaatan SEM efektif terhadap peningkatan pengetahuan remaja dengan p value 0,009 dan sikap  remaja dengan p value 0,000 tentang seks bebas. Kesimpulan: pemanfaatan SEM efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas pada remaja usia 16-18 tahun. Saran : Pemanfaatan Short Movie Education disarankan sebagai alternatif media dalam memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan  dan sikap remaja terkait perilaku seksual beresiko. Kata Kunci :  Short movie;  Pengetahuan; Sikap; Remaja; Perilaku Seksual Beresiko, ABSTRACT Background: The incidence of HIV/AIDS continues to increase from 2022-2024. Currently, Indonesia is ranked 14th in the world for the total number of people living with HIV (PLHIV) and 9th for new HIV infections. Most of the distribution of HIV and AIDS cases is in the productive age group, it can be seen that 5.81% of HIV sufferers are in adolescence, namely 15-19 years old. Adolescents have typical behaviors such as experimenting, taking risks, and the process of reaching sexual and reproductive maturity. Therefore, appropriate interventions are needed to improve knowledge and attitudes about adolescent reproductive health, one of which is by using short movie media. Objective: To determine the effectiveness of using Short Media Education on adolescents' knowledge and attitudes about risky sexual behavior.. Method: This research method uses a quasi-experimental research design with a pre-test post-test one group. The sample in this study were adolescents aged 16-18 years. The sample used in the study was 76 people. Data collection by filling out a questionnaire that has been tested for validity and reliability, which was given pre and post intervention in the form of watching a short movie. Results: The results of the study stated that the use of SEM is effective in increasing adolescent knowledge with a p value of 0.009 and adolescent attitudes with a p value of 0.000 about free sex. Conclusion: The use of SEM is effective in increasing adolescent knowledge and attitudes about free sex in adolescents aged 16-18 years. Suggestion: The use of Short Movie Education is recommended as an alternative media in providing health education to increase adolescent knowledge and attitudes regarding risky sexual behavior. Keywords: Short Movie Education Media; Knowledge; Attitude; Adolescent; Risky Sexual Behavior 
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI TUMBUHAN DAN FUNGSINYAPADA SISWA IV DI MI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG Fauziah, Anisah; Prayogo, Muhammad Suwigyo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.68046

Abstract

Penelitian yang dilakukan gunu mengetahui tingkat keefektifan sebuah pendekatan kontekstual dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam materi bagian tumbuhan dan fungsinya pada siswa-siswi kelas IV di MI Miftahul Ulum Lumajang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpuan data dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasi dari penelitian yang dilakukan bahwasanya penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam terutama mater bagian tumbuhan dan fungsinya sangat efektif di gunakan. Hal ini dikarenakan karena dengan penggunakan model tersebut menjadikan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan menyenangkan. Dengan penerapan pendekatan model tersubut dapat menjadikan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang peserta didik dapat lebih bermakna.Research conducted to determine the level of effectiveness of a contextual approach in learning natural science material parts of plants and their functions in fourth grade students at MI Miftahul Ulum Lumajang. The approach taken in this research is to use a qualitative approach with data collection techniques using documentation and interview methods. Based on the results of the research conducted, it is found that the application of a contextual approach in learning natural sciences, especially material for plant parts and their functions, is very effective in use. This is because using this model makes the learning process run effectively and fun. By applying this model approach, knowledge and understanding of students can be more meaningful.