Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

SOSIALISASI MANFAAT POSYANDU BAGI ANAK Fitriani, Dewi Rubi; Rahayu, Yayuk Sri; Sari, Wulan Firdia
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2: Mei- Agustus 2023
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v3i2.3517

Abstract

Posyandu salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalaM memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, seperti di Desa Palumbonsari dengan capaian D/S tahun 2022 (66,97%), tujuan pengabdian untuk memberikan edukasi manfaat posyandu bagi anak utnuk tumbuh kembang, metode: yang digunakan dengan ceramah dan diskusi, dan hasil dari pengabdian masyarakat agar ibu balita yang berada di wilayah karawang padat lebih mementingkan kesehatan anak
SOSIALISASI PEMBERIAN EDUKASI PIJAT BAYI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR BAYI Fitriani, Dewi Rubi; Rahayu, Yayuk Sri; Anggraeni, Rina Dwi; Atihah, Euis; Suhartati, Sri
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1: Januari-April 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i1.3518

Abstract

Pijat bayi adalah bentuk terapi sentuhan tertua dan terpopuler yang dikenal umat manusia, dan merupakan bentuk stimulasi dini yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Indonesia, pijat bayi dilakukan di masyarakat oleh bidan tradisional dan hanya dilakukan pada saat bayi sakit. Pijat bayi sangat bagus untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan bila dilakukan secara teratur saat bayi Anda sehat daripada sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan praktik pijat bayi kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki anak kecil sehingga dapat secara mandiri memberikan pijat bayi kepada anaknya. Metode yang digunakan adalah edukasi masyarakat dan pelatihan kepada 16 ibu balita. Kegiatan ini memberikan penyuluhan untuk menyampaikan pengetahuan tentang pijat bayi dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang bayi, dan melakukan latihan pijat bayi sederhana yang dapat di lakukan di rumah untuk ibu dan bayi Berkat pelayanan tersebut, para ibu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pijat bayi dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang bayi, mempunyai sikap positif, mampu melakukan pijat bayi secara mandiri di rumah.
PENYAMPAIAN EDUKASI TERAPI MINDFULNESS UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN BIDAN DALAM KASUS KEGAWATDARURATAN DI KLINIK ASTER TAHUN 2024 Nissa, Damar Aulia; Anggraeni, Rina Dwi; Fitriani, Dewi Rubi
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1: Januari-April 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i1.3519

Abstract

Kecemasan merupakan respon emosional seseorang yang tidak jelas dan dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan terancam. Meski ditandai dengan rasa khawatir dan cemas yang terus-menerus, namun sebenarnya hal tersebut bukanlah kecemasan yang berasal dari luar tubuh. Tujuan pengabdian msyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada bidan di klinik aster mengenai terapi mindfulness dalam menurunkan kecemasan bidan pada kasus kegawatdaruratan. Metode yang digunakan adalah diskusi dan ceramah. Sasaran pada kegiatan ini adalah 15 bidan yang bekerja di klinik aster tahun 2024. Konsep terapi mindfulness dapat membantu mengurangi kecemasan bidan dalam penanganan kegawatdaruratan
The Effectiveness Of Baby Masssage At 3-12 Month Of Age With Telon Lavender Oil Aromatherapy On Baby’ S Sleep Quality Ginting, Ade Krisna; Yuliani, Susanti; Mulyani, Puput Sri; Fitriani, Dewi Rubi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19592

Abstract

ABSTRAK : EFEKTIVITAS PIJAT BAYI PADA USIA 3-12 BULAN DENGAN AROMATERAPI MINYAK TELON LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI Latar Belakang: Hasil penelitian menyatakan bahwa 52% bayi mengalami masalah tidur, yakni bayi tidur kurang dari 9 jam, serta bayi terbangun tiga kali sehari selama lebih dari satu jam di malam hari. Pijat bayi merupakan salah satu upaya non-farmakologi dalam mengatasi permasalahan tidur bayi.  Stimulus yang tepat untuk membuat bayi tidur nyenyak adalah pemijatan dan aromaterapi. Aromaterapi menyebarkan molekul-molekul wangi dan mengaktifkan sistem saraf pusat, yang membantu bayi tidur.Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas pijat bayi pada usia 3-12 bulan dengan aromaterapi minyak telon lavender terhadap kualitas tidur bayi.Metode: Metode penelitian ini menggunakan  quasi experiment dengan desain penelitian pre-test post-test one group. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berusia 3-12 bulan yang mengalami gangguan tidur, besar sampel yang digunakan dalam penelitian sebesar 32 bayi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi dan kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitasnya.Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa pijatan pada bayi usia 3-12 bulan dengan aroma terapi minyak telon lavender efektif terhadap peningkatan kualitas tidur bayi dengan p value 0,000.Kesimpulan: Pijat bayi usia 3-12 bulan dengan aromaterapi minyak telon lavender efektif meningkatkan kualitas tidur bayi.Saran : Pijat bayi dengan aromaterapi minyak telon lavender disarankan sebagai alternatif untuk mengurangi gangguan tidur pada bayi usia 3-12 bulan Kata Kunci : Pijat bayi; aromaterapi; minyak lavender; kualitas tidur ABSTRACT Background: The research results stated that 52% of babies experienced sleep problems, namely babies slept less than 9 hours, and babies woke up three times a day for more than an hour at night. Baby massage is a non-pharmacological effort to overcome baby sleep problems.  The right stimulus to make a baby sleep soundly is massage and aromatherapy. Aromatherapy disperses fragrant molecules and activates the central nervous system, which helps babies sleepPurpose: The aim of this research was to determine the effectiveness of baby massage aged 3-12 months with lavender telon oil aromatherapy on the quality of baby sleep.Methods: This research method uses quasi-experiment with a one group pre-test post-test research design. The sample in this study was babies aged 3-12 months who experienced sleep disorders. The sample size used in the study was 32 babies. Data collection is carried out by conducting observations and questionnaires whose validity and reliability have been tested. Data analysis in this study used dependent t-test analysis (paired t-test).Results: The results of the study stated that massage for babies aged 3-12 months with lavender telon oil aroma therapy was effective in improving the quality of baby's sleep with a p value of 0.000.Conclusion: The  massage for babies aged 3-12 months with lavender telon oil aromatherapy is effective in improving the quality of baby sleep.Suggestions : Baby massage with telon lavender oil aromatherapy is recommended as an alternative to reduce sleep disorders in babies aged 3-12 months Keywords : Baby Massage, Aromatherapy: Lavendder Oil, Sleep Quality
Mediasi orangtua dengan digital parenting dalam kontrol Pengendalian gadget pada anak usia sekolah Sarini, Sarini; Lismayanti, Desty; Rosmiyanti, Yanti; Sumitro, Sumitro; Asih, Okti Rahayu; Ginting, Ade Krisna; Fitriani, Dewi Rubi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i5.1077

Abstract

Abstract   Background: Excessive gadget use in school-age children can negatively impact their cognitive, social and emotional development. In this case, parental involvement is needed as the key in controlling gadget use in children through the application of appropriate parenting. Parents should be able to actively participate and guide their children's interaction with technology. Purpose: To determine the strength of the relationship between parenting patterns and gadget control in school-age children through the mediation of parental involvement in the process. Method: Descriptive correlative research with variables of parental digital parenting and parental mediation in carrying out strategies to control the use of gadgets in children so as not to be excessive. This research was conducted in May 2025 to parents of first and second grade at SDIT Sehati Bina Insani Karawang. The sampling technique in this study was total sampling with 60 parents as respondents. The inclusion criteria in this study are parents who have students aged 7-10 years who attend SDIT Sehati Bina Insani. Data collection techniques were carried out using a questionnaire or questionnaire method. Results: The study shows that parents with good digital parenting patterns will tend to be able to carry out good parental mediation attitudes and behaviors in regulating the use of gadgets in children as much as (78.9%). Conclusion: There is a significant relationship between parenting patterns in controlling gadget use in school-age children at SDIT Sehati Bina Insani Karawang. Parents with positive parenting are more able to apply effective mediation strategies in managing time and gadget use in their children.
Peningkatan Kesiapan Fisik dan Mental Ibu Hamil dalam Menghadapi Persalinan Melalui Program Senam Hamil Fitriani, Dewi Rubi; Anggraeni, Rina Dwi; Atikah, Euis; Rahayu, Yayuk Sri; Ginting, Ade Krisna; Kedaton, Anisa Sekar; Restu, Riana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21340

Abstract

ABSTRAK Persalinan adalah momen penting bagi ibu hamil yang seringkali disertai kecemasan dan kurangnya kesiapan fisik. Keterbatasan akses terhadap informasi dan praktik persiapan persalinan yang tepat menjadi tantangan di banyak komunitas. Program senam hamil merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam meningkatkan kebugaran dan kepercayaan diri ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu hamil dalam menghadapi persalinan melalui implementasi program senam hamil terstruktur di Aula Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Mei 2025 di Aula Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, dengan melibatkan 20 ibu hamil trimester ketiga (umur kehamilan 7-9 bulan) sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sesi senam hamil rutin, edukasi pernapasan persalinan, dan diskusi interaktif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi serta kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang manfaat senam hamil dan teknik pernapasan ibu hamil, serta umpan balik lisan. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat senam hamil dari rata-rata 65% pada pre-test menjadi 87% pada post-test, dan pengetahuan tentang teknik pernapasan dari rata-rata 70% pada pre-test menjadi 91% pada post-test. Program senam hamil efektif dalam meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu hamil untuk persalinan. Diharapkan program serupa dapat direplikasi dan diintegrasikan ke dalam program kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas. Meningkatkan pengetahuan kader pentingnya senam hamil untuk proses persalinan melalui penyuluhan dan praktik senam ibu hamil. Kata Kunci: Senam Hamil, Persiapan Persalinan, Ibu Hamil, Kebugaran Fisik.  ABSTRACT Labor is an important moment for pregnant women who are often accompanied by anxiety and lack of physical readiness. Limitations of access to information and practices of appropriate labor preparation are challenges in many communities. The pregnancy exercise program is a non-pharmacological intervention that has proven effective in increasing the fitness and confidence of pregnant women. This community service aims to increase the physical and mental readiness of pregnant women in the face of childbirth through the implementation of the Structured Pregnant Gymnastics Program in the Cengkong Village Hall, Purwasari District. The activity was carried out on May 6, 2025 in the Cengkong Village Hall, Purwasari District, involving 20 third trimester pregnant women (7-9 months of pregnancy) as a participant. The implementation method includes regular pregnancy exercise sessions, delivery education, and interactive discussion. Data is collected through observation of participation and pre-test and post-test questionnaires to measure the level of knowledge about the benefits of pregnancy exercise and breathing techniques for pregnant women, as well as oral feedback. The results show a significant increase in the knowledge of pregnant women about the benefits of pregnancy exercise from an average of 65% in pre-test to 87% in post-test, and knowledge of respiratory techniques from an average of 70% in pre-test to 91% in post-test. Pregnant exercise programs are effective in increasing the physical and mental readiness of pregnant women for labor. It is hoped that similar programs can be replicated and integrated into maternal and child health programs at the community level. increase the knowledge of cadres regarding the importance of pregnancy exercises for the birthing process through counseling and practice of pregnancy exercises. Keywords: Pregnant Exercise, Childbirth Preparation, Pregnant Women, Physical Fitness 
Edukasi pola asuh digital parenting dengan media aplikasi parental control untuk mengendalikan anak dalam menggunakan gadget Sarini, Sarini; Lismayanti, Desty; Ginting, Ade Krisna; Rosmiyanti, Yanti; Fitriani, Dewi Rubi; Sumitro, Sumitro; Asih, Okti Rahayu; Yusriyani, Ajijah
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i4.1141

Abstract

Background: Parenting is a dynamic process influenced by technology. Technological advances in digital media have presented new challenges and changed the landscape of parenting. Excessive use of gadgets by elementary school children can have a negative impact on their academic, social, and emotional development. One control strategy that can be applied is through a parental control application. Purpose: To provide knowledge of the application of parental control applications to parents to control children in using gadgets. Method: This community service activity was carried out in the fourth week of June 2025 at SDIT Sehati Bina Insani Karawang targeting 58 parents of grades 1 and 2. This activity is a participatory action demonstration involving teachers, parents, and students. The presentation of the material was carried out on Monday, June 23, 2025 by showing videos and delivering the material in detail. Furthermore, parents demonstrated direct practice in applying Google family link on the gadgets used by their children. The practice focused on how parents use the parental control application, especially Google family link, which can be downloaded for free on the Google Store. Implementation of the Google family link application to limit the duration of children's gadget play, where the recommended safe limit is 2 hours for children aged 6-12 years. Results: Shows that counseling accompanied by direct demonstrations can improve parents' understanding of the functions and benefits of the application, and encourage them to be more active in controlling children's gadget use at home. Implementation of the Google family link application to limit the duration of children's gadget play where the safe limit is. Screen time settings and access filter restrictions on applications that children should not use on smartphones and the use of parental permission before they download game applications or other social media. After the demonstration activity showed a significant increase in knowledge related to the use of parental control applications to prevent gadget addiction in children. Conclusion: This socialization and training demonstration activity can improve parents' digital parenting knowledge in anticipating the negative impacts of gadget use on child development. Most parents and teachers felt very helped by this community service activity and enthusiastically stated that they were aware of providing assistance in spending quality playtime and learning compared to letting children play with gadgets. Suggestion: There is a need for further activities related to increasing parental knowledge and skills in supervising children when playing gadgets to avoid the dangers of excessive gadget use in children and prevent gadget addiction in children. Simulations for school-age children will help provide learning for children to be wiser in using gadgets, have intelligent and noble mindsets with the implementation of parental supervision that is free from the negative influence of gadgets. Keywords: Addiction; Digital parenting; Gadget; Parental control application; Students Pendahuluan: Pengasuhan anak adalah proses dinamis yang dipengaruhi oleh teknologi. Kemajuan teknologi dalam hal media digital telah menghadirkan berbagai tantangan baru dan mengubah lanskap pengasuhan anak. Penggunaan gadget secara berlebihan pada anak usia sekolah dasar dapat berdampak negatif terhadap perkembangan akademik, sosial, dan emosional mereka. Salah satu strategi pengendalian yang dapat diterapkan adalah melalui aplikasi parental control. Tujuan: Memberikan pengetahuan penerapan aplikasi parental control kepada orang tua untuk mengendalikan anak dalam menggunakan gadget. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada minggu keempat bulan Juni 2025 di SDIT Sehati Bina Insani Karawang dengan sasaran sebanyak 58 orangtua siswa kelas 1 dan 2. Kegiatan ini merupakan penyuluhan berbasis partisipasi (Participatory Action Demonstration) yang melibatkan guru, orang tua, dan siswa. Pemaparan materi dilakukan pada hari Senin tanggal 23 Juni 2025 dengan pemutaran video dan penyampaian materi secara detail. Selanjutnya orang tua melakukan demonstrasi praktik langsung mengaplikasikan google family link pada gadget yang digunakan oleh anak mereka. Praktik difokuskan pada bagaimana orangtua menggunakan aplikasi parental control khususnya google family link yang dapat didownload secara gratis di google store. Penerapan aplikasi google family link untuk membatasi durasi bermain gadget anak dimana batas aman yang direkomendasikan adalah 2 jam pada anak usia 6-12 tahun. Hasil: Menunjukkan bahwa penyuluhan disertai demonstrasi secara langsung mampu meningkatkan pemahaman orang tua mengenai fungsi dan manfaat aplikasi, serta mendorong mereka untuk lebih aktif mengontrol penggunaan gadget anak di rumah. Penerapan aplikasi google family link untuk membatasi durasi bermain gadget anak dimana batas aman. Pengaturan screen time dan pembatasan filter akses pada aplikasi yang tidak boleh digunakan anak pada smartphone dan penggunaan izin orangtua sebelum mereka mendownload aplikasi game atau media social lainnya. Setelah kegiatan demonstrasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terkait penggunaan aplikasi parental control untuk mencegah kecanduan gadget pada anak. Simpulan: Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan digital parenting pada orang tua dalam mengantisipasi dampak negative penggunaan gadget terhadap perkembangan anak. Sebagian besar orangtua dan guru sangat merasa terbantu dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini dan secara  antusias menyatakan bahwa mendapatkan kesadaran untuk memberikan pendampingan dalam menghabiskan waktu bermain dan belajar yang berkualitas dibandingkan dengan membiarkan anak bermain gadget.  Saran: Perlunya kegiatan lanjutan terkait peningkatan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dalam melakukan pendampingan anak ketika bermain gadget untuk menghindari bahaya penggunaan gadget berlebihan pada anak dan mencegah terjadinya kecanduan gadget pada anak. Simulasi pada anak usia sekolah akan membantu memberikan pembelajaran pada pribadi anak agar lebih bijak dalam menggunakan gadget, berpola pikir cerdas dan berbudi mulia dengan penerapan pengawasan pengasuhan orangtua yang terbebas dari pengaruh negatif dari gadget.
Penerapan hipnosis lima jari untuk mengelola kecemasan pada remaja menggunakan media booklet “Stay cool, bukan stressful” Lismayanti, Desty; Sarini, Sarini; Rosmiyanti, Yanti; Fitriani, Dewi Rubi; Asih, Okti Rahayu; Sumitro, Sumitro; Novita, Debi; Sunarti, Sunarti; Seli, Yohana
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2452

Abstract

Background: Anxiety is a common mental health issue among adolescents, particularly among 12th-grade students facing academic demands leading up to exams and preparing for graduation. Promotive and preventive efforts through education and training in simple relaxation methods are essential in schools. Purpose: To increase the knowledge and skills of adolescents in managing anxiety using five finger hypnosis. Method: This community service activity, through counseling and outreach, was held on January 12, 2026, at Sehati Karawang Vocational School, with 55 adolescents from 12th grade participating. The goal of this activity was to manage anxiety using five-finger hypnosis in adolescents. The activity used an interactive communicative approach. Material was delivered through presentations and direct discussions supported by booklets. Knowledge levels were measured using questionnaires and direct interviews administered before and after the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Observation and mentoring activities were conducted with adolescents practicing the five-finger hypnosis therapy independently. Descriptive evaluation is carried out by looking at changes in participants' knowledge and understanding scores before educational activities (pre-test) and after educational activities (post-test). Results: The level of knowledge of respondents regarding anxiety management before the educational activity was 12 (21.8%) in the poor category and 43 (78.2%) in the poor category. There was an increase in the level of knowledge of respondents after the educational activity, with 38 (69.1%) in the good category and 17 (30.9%) in the fair category. Most respondents were able to directly practice five-finger hypnosis therapy and experienced immediate psychological and psychological benefits. Conclusion: Community service activities through the socialization and demonstration of five-finger hypnosis techniques combined with deep breathing relaxation have proven effective in increasing adolescents' understanding and skills in managing anxiety independently. Increased understanding of anxiety and the ability to manage anxiety symptoms with five-finger therapy in adolescents can have a positive psychological impact and foster high self-confidence. Suggestion: It is hoped that this activity can become a sustainable mental health education program. By developing the ability to manage anxiety from adolescence, it is hoped that adolescents can face academic and social demands in a more positive and mentally healthy manner. Keywords: Adolescents; Anxiety; Community service; Five-finger hypnosis; Health education Pendahuluan: Kecemasan merupakan isu kesehatan mental yang sering terjadi pada remaja, terutama di kalangan remaja kelas XII yang akan berhadapan dengan tuntutan akademis menjelang ujian, maupun persiapan setelah lulus. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi dan pelatihan metode relaksasi sederhana sangat perlu untuk diterapkan di sekolah. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan remaja dalam mengelola kecemasan menggunakan hipnosis lima jari. Metode: Kegiatan pengadian masyarakat melalui penyuluhan dan sosialisasi ini diselenggarakan pada tanggal 12 Januari 2026 di SMK Sehati Karawang dengan jumlah peserta sebanyak 55 remaja dari kelas XII. Sasaran dalam kegiatan ini adalah tatalaksana pengelolaan kecemasan dengan menggunakan hipnosis 5 jari pada remaja. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan komunikatif interaktif. Materi disampaikan melalui ceramah presentatif dan diskusi langsung yang dibantu dengan media booklet. Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner dengan wawancara langsung yang diberikan sebelun kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Kegiatan observasi dan pendampingan dilakukan pada remaja dalam praktik langsung mengikuti langkah terapi hipnosis lima jari secara mandiri. Evaluasi secara deskriptif dilakukan dengan melihat perubahan nilai pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden mengenai pengelolaan kecemasan sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 12 orang (21.8%) dalam kategori kurang dan sebanyak 43 orang (78.2%) dalam kategori kurang. Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 38 orang (69.1%) dalam kategori baik dan sebanyak 17 orang (30.9%) dalam kategori cukup. Sebagian besar responden dapat melakukan praktik langsung terapi hipnosis lima jari dan mendapatkan manfaat secara langsung secara psikologis maupun psikis. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi dan demonstrasi teknik hipnosis lima jari dengan kombinasi relaksasi napas dalam terbukti efektif dalam menambah pemahaman serta keterampilan remaja dalam mengelola kecemasan secara mandiri. Meningkatnya pemahaman tentang kecemasan dan kemampuan dalam mengelola gejala kecemasan dengan terapi lima jari pada remaja dapat memberikan dampak positif secara psikologis dan menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Saran: Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi program pendidikan kesehatan mental secara berkelanjutan. Dengan adanya kemampuan dalam mengelola kecemasan sejak usia remaja, diharapkan remaja dapat menghadapi tuntutan akademis dan sosial melalui cara yang lebh positif dan sehat secara mental.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai Upaya Pencegahan Pergaulan Bebas Ginting, Ade Krisna; Fitriani, Dewi Rubi; Fadli, Alfi; Rahayu, Yayuk Sri; Anggraeni, Rina Dwi; Avifah, Laelatul; Amri, Ulil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24581

Abstract

ABSTRAK Remaja mengalami banyak perubahan selama perkembangannya, termasuk perubahan biologis, psikologis, dan kognitif. Secara umum, remaja mengalami ketidaknyamanan fisik lebih cepat daripada ketidaknyamanan psikologis atau fisik. Program pendidikan remaja ini merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Tujuan dari keterlibatan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang peningkatan kesehatan reproduksi guna mencegah bebas pergaulan melalui penggunaan Zoom dalam pendidikan di SMK Sehati Indonesia. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui Zoom pada tanggal 22 Desember 2025, dengan 40 peserta. Metode pelaksanaannya meliputi diskusi interaktif dan sesi pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan kuesioner pre-test dan post-test untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat pendidikan kesehatan remaja dan lisan umpan balik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dari rata-rata 75% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Kesimpulan: Program pendidikan ini menggunakan webinar Zoom tentang kesehatan reproduksi remaja untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam mencegah bebas pergaulan. Saran: Diharapkan kegiatan ini dapat digunakan dan diintegrasikan ke dalam program kesehatan remaja di tingkat masyarakat, dan bagi peneliti selanjutnya diupayakan lebih luas lagi cakupan sasaran untuk pengabdian masyarakat terhadap remaja untuk mencegah pergaulan bebas secara langsung tanpa zoom. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Reproduksi, Reproduksi Remaja, Pergaulan Bebas.  ABSTRACT Adolescents experience many changes throughout their development, including biological, psychological, and cognitive changes. In general, adolescents experience physical discomfort more quickly than psychological or physical discomfort. This adolescent education program is an effective intervention to increase adolescent knowledge about reproductive health. The purpose of this community engagement is to increase adolescent understanding about improving reproductive health to prevent promiscuity through the use of Zoom in education at SMK Sehati Indonesia. Research Methods: This activity was conducted via Zoom on December 22, 2025, with 40 participants. The implementation method included interactive discussions and educational sessions. Data were collected through participant observation and pre-test and post-test questionnaires to increase understanding of the benefits of adolescent health education and verbal feedback. Results: The results showed a significant increase in adolescent understanding about reproductive health from an average of 75% in the pre-test to 100% in the post-test. Conclusion: This education program used Zoom webinars on adolescent reproductive health to increase adolescent knowledge in preventing promiscuity. Suggestion: It is hoped that this activity can be used and integrated into adolescent health programs at the community level, and for future researchers, efforts should be made to expand the scope of targets for community service for adolescents to prevent promiscuity directly without zoom. Keywords: Adolescents, Reproductive Health, Adolescent Reproduction, Promiscuity.
Utilization Of Short Education Media (SEM) With Short Movies On Adolescents' Knowledge And Attitudes About Risky Sexual Behavior Ginting, Ade Krisna; Fitriani, Dewi Rubi; Anggraeni, Rina Dwi; Atikah, Euis; Kartika, Iin Ira; Kedaton, Anisah Sekar; Fauziah, Anisah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24608

Abstract

Latar Belakang: Kejadian HIV/AIDS terus meningkat sejak tahun 2022- 2024. Saat ini negara  Indonesia   berada di peringkat ke-14 dunia untuk jumlah total orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV. Sebagian besar sebaran kasus HIV dan AIDS terdapat pada kelompok umur produktif  hal itu terlihat sebesar 5.81 % penderita HIV berada pada usia remaja yaitu 15-19 tahun. Remaja memiliki perilaku khas seperti bereksperimen, mengambil risiko, dan proses mencapai kematangan seksual dan reproduksi. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja salah satunya dengan penggunaan media short movie. Tujuan:  Mengetahui efektivitas pemanfaatan Short Media Education terhadap pengetahuan dan sikap remaja  tentang perilaku seksual beresiko. Metode: Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian pre-test post-test one group. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 16-18 tahun. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 76 orang. Pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitasnya, yang diberikan pre dan post intervensi berupa menonton short movie. Hasil: Hasil penelitian menyatakan pemanfaatan SEM efektif terhadap peningkatan pengetahuan remaja dengan p value 0,009 dan sikap  remaja dengan p value 0,000 tentang seks bebas. Kesimpulan: pemanfaatan SEM efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas pada remaja usia 16-18 tahun. Saran : Pemanfaatan Short Movie Education disarankan sebagai alternatif media dalam memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan  dan sikap remaja terkait perilaku seksual beresiko. Kata Kunci :  Short movie;  Pengetahuan; Sikap; Remaja; Perilaku Seksual Beresiko, ABSTRACT Background: The incidence of HIV/AIDS continues to increase from 2022-2024. Currently, Indonesia is ranked 14th in the world for the total number of people living with HIV (PLHIV) and 9th for new HIV infections. Most of the distribution of HIV and AIDS cases is in the productive age group, it can be seen that 5.81% of HIV sufferers are in adolescence, namely 15-19 years old. Adolescents have typical behaviors such as experimenting, taking risks, and the process of reaching sexual and reproductive maturity. Therefore, appropriate interventions are needed to improve knowledge and attitudes about adolescent reproductive health, one of which is by using short movie media. Objective: To determine the effectiveness of using Short Media Education on adolescents' knowledge and attitudes about risky sexual behavior.. Method: This research method uses a quasi-experimental research design with a pre-test post-test one group. The sample in this study were adolescents aged 16-18 years. The sample used in the study was 76 people. Data collection by filling out a questionnaire that has been tested for validity and reliability, which was given pre and post intervention in the form of watching a short movie. Results: The results of the study stated that the use of SEM is effective in increasing adolescent knowledge with a p value of 0.009 and adolescent attitudes with a p value of 0.000 about free sex. Conclusion: The use of SEM is effective in increasing adolescent knowledge and attitudes about free sex in adolescents aged 16-18 years. Suggestion: The use of Short Movie Education is recommended as an alternative media in providing health education to increase adolescent knowledge and attitudes regarding risky sexual behavior. Keywords: Short Movie Education Media; Knowledge; Attitude; Adolescent; Risky Sexual Behavior