Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemaknaan Nilai Kebangsaan di Perguruan Tinggi sebagai Strategi Penguatan Identitas Generasi Muda: Studi Fenomenologi Interpretatif Takarina, Setyo Budi; Hastangka, Hastangka
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62491/njpi.2026.v6i1-19

Abstract

Purpose – This study aims to reconstruct national values in higher education as a strategic effort to strengthen the identity of the younger generation. The study focuses on understanding how university students interpret the commemoration of National Awakening Day, how reflective learning contributes to the formation of national identity, and how these interpretations can inform the development of national-value–based learning in higher education.Methods – The study employs a qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data were collected from written reflective narratives produced by 22 Civic Education students at a public university in Indonesia in the year 2024/2025. The analysis proceeded through repeated reading of the reflections to capture the context of personal meaning-making, followed by thematic interpretation to identify experiential patterns, and concluded with integrative analysis to understand the dynamics through which students construct and negotiate national values.Findings – The findings show that students’ understanding of National Awakening Day is shaped by intertwined mechanisms. The historic legacy of the national movement becomes an important cognitive foundation that helps students reconnect with ideas of unity and collective struggle. Reflective learning in the classroom serves as a mediating space where national identity is reinterpreted in relation to students’ personal, cultural, and academic experiences. Research Implications – The study highlights relevant implications for higher education, particularly the importance of integrating structured reflective activities into civic and character education courses. Such approaches can help students connect historical national events with contemporary realities and foster more meaningful internalization of national values within the university context.
Memperkuat Karakter Kewargaan Responsif melalui Kajian Masalah Kontekstual Kewarganegaraan Takarina, Setyo Budi; Subagio, Hani; Prasetyo, Danang
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4215

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penguatan mata kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berbasis masalah kontekstual kewarganegaraan di perguruan tinggi. Berbagai persoalan aktual seperti kebencanaan, kesetaraan dan inklusi sosial, kemiskinan dan pengangguran, pinjaman dan judi online, pencemaran lingkungan, kerusakan hutan, krisis iklim, kejahatan siber, serta kekerasan menunjukkan bahwa tantangan kewarganegaraan di Indonesia bersifat nyata dan multidimensional. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Pusat Statistik, Otoritas Jasa Keuangan, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menegaskan kompleksitas persoalan yang berkaitan langsung dengan hak, kewajiban, dan partisipasi warga negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan dan analisis data sekunder. Analisis dilakukan melalui content analysis dan thematic analysis dengan mengaitkan temuan empiris pada nilai-nilai Pancasila dan prinsip konstitusional UUD NRI Tahun 1945. Hasil penelitian menunjukkan perlunya pergeseran paradigma pembelajaran dari pendekatan normatif-instruksional menuju pendekatan kontekstual-transformatif. Integrasi nilai Pancasila dengan isu aktual mendorong mahasiswa menjadi warga negara yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika sosial, digital, dan ekologis kontemporer sebagai bentuk karakter kewargaan responsif.