Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penguatan mata kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berbasis masalah kontekstual kewarganegaraan di perguruan tinggi. Berbagai persoalan aktual seperti kebencanaan, kesetaraan dan inklusi sosial, kemiskinan dan pengangguran, pinjaman dan judi online, pencemaran lingkungan, kerusakan hutan, krisis iklim, kejahatan siber, serta kekerasan menunjukkan bahwa tantangan kewarganegaraan di Indonesia bersifat nyata dan multidimensional. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Pusat Statistik, Otoritas Jasa Keuangan, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menegaskan kompleksitas persoalan yang berkaitan langsung dengan hak, kewajiban, dan partisipasi warga negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan dan analisis data sekunder. Analisis dilakukan melalui content analysis dan thematic analysis dengan mengaitkan temuan empiris pada nilai-nilai Pancasila dan prinsip konstitusional UUD NRI Tahun 1945. Hasil penelitian menunjukkan perlunya pergeseran paradigma pembelajaran dari pendekatan normatif-instruksional menuju pendekatan kontekstual-transformatif. Integrasi nilai Pancasila dengan isu aktual mendorong mahasiswa menjadi warga negara yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika sosial, digital, dan ekologis kontemporer sebagai bentuk karakter kewargaan responsif.