Kestabilan struktur dinding penahan tanah (DPT) sangat krusial dalam pembangunan infrastruktur jalan, terutama pada area dengan karakteristik tanah yang menantang. Proyek Jalan Samota Lanjutan di Kabupaten Sumbawa menghadapi permasalah berupa indikasi ketidakstabilan pada konstruksi DPT di Area operasional PT. Nindya Karya, Dusun Ai Bari. Kondisi tanah yang rentan terhadap gangguan eksternal seperti beba\n getaran mesin, potensi gempa, dan pengaruh air tanah dapat menurunkan parameter fisik serta mekanik tanah, yang berisiko menyebabkan kegagalan struktur dan membahayakan keselamatan. Meskipun DPT eksisting telah memenuhi syarat keamanan, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan geotekstil non woven sebagai perkuatan tambahan. Masalah utama yang dianalisis adalah seberapa besar pengaruh geotekstil terhadap kekuatan DPT dan parameter apa saja yang mempengaruhi kinerjanya. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dari laporan proyek, seperti data geoteknik tanah dan geometri DPT, yang kemudian dianalisis dengan metode perhitungan stabilitas guling () dan geser (). Analisis ini membandingkan kondisi DPT tanpa perkuatan (eksisting) dengan kondisi setelah perkuatan geotekstil dengan asumsi peningkatan sudut gesek tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa DPT eksisting sudah aman dengan nilai sebesar 6.43 dan sebesar 2.46, keduanya diatas syarat minimum 1.5. Setelah Perkuatan dengan geotekstil, ditemukan peningkatan signifikan: naik menjadi 11.19 (peningkatan 74%) dan naik menjadi 3.73 (peningkatan 51.6%). Peningkatan ini terjadi karena geotekstil dapat mengurangi koefisien tekanan tanah aktif () dan gaya horizontal. Kesimpulannya, geotekstil non woven sangat efektif dalam meningkatkan stabilitas DPT, dan keberhasilannya bergantung pada parameter tanah yang akurat, seperti sudut gesek dalam ( dan kohesi (), serta prosedur pemasangan yang optimal.